Jangan berharap infrastruktur selesai 100 hari
Senin, 15 Oktober 2012 - 15:17 WIB
Jangan berharap infrastruktur selesai 100 hari
A
A
A
Sindonews.com - Senior Partner and Co founder, CRECO Consultant Raden Pardede menyatakan 100 hari kepemimpinan Jokowi-Ahok tidak akan menyelesaikan persoalan besar seperti infrastruktur.
"Wah gak tahu lah kalau 100 hari, 100 hari sih, yang penting segala korupsi, seluruh pungutan-pungutan hilang, itu saja dulu," ujarnya di Tower Energy, SCBD, Jakarta, Senin (15/10/2012).
Sedangkan untuk hal besar, seperti infrastruktur dirinya meragukan akan selesai dalam waktu 100 hari. Karena terlalu lebar, dan cukup banyak yang mesti disiapkan. Disamping melanjutkan program yang sudah dilaksanakan sebelumnya. "Jangan berharap tiba-tiba infrasyruktur jadi bagus dalam 100 hari, itu gak mungkin," jelasnya.
Dirinya memperkirakan, dalam pembenahan infrastruktur membutuhkan waktu 1 periode, atau 5 tahun kerja. Lanjutnya, seperti transportasi, air bersih dan hal-hal yang bersifat kepentingan umum.
"Infrastruktur menyangkut transportasi, menyangkut juga air minum, air kotor yang begitu-gitu. Semua hal yang berkaitan dengan public utility, services. Itu butuhnya 5 tahun, gak bisa 1 tahun dan 2 tahun," papar Raden.
Dalam 100 hari ini, dia menyarankan pasangan baru tersebut untuk juga berfokus pada penyeselesaian banjir. Bagaimana mengupayakan warga DKI Jakarta tidak membuang sampah sembarangan.
"Yang paling jelas dalam 100 hari ke depan dia akan menghadapi banjir kan, itu dulu. Bagaimana dia mengatasi itu, supaya masyarakat juga berpartisipasi dalam mengatasi banjir. Bagaimana mereka mengurangi buang-buang sampah, untuk itu sementara hal yang bisa dia lakukan," pungkasnya.
"Wah gak tahu lah kalau 100 hari, 100 hari sih, yang penting segala korupsi, seluruh pungutan-pungutan hilang, itu saja dulu," ujarnya di Tower Energy, SCBD, Jakarta, Senin (15/10/2012).
Sedangkan untuk hal besar, seperti infrastruktur dirinya meragukan akan selesai dalam waktu 100 hari. Karena terlalu lebar, dan cukup banyak yang mesti disiapkan. Disamping melanjutkan program yang sudah dilaksanakan sebelumnya. "Jangan berharap tiba-tiba infrasyruktur jadi bagus dalam 100 hari, itu gak mungkin," jelasnya.
Dirinya memperkirakan, dalam pembenahan infrastruktur membutuhkan waktu 1 periode, atau 5 tahun kerja. Lanjutnya, seperti transportasi, air bersih dan hal-hal yang bersifat kepentingan umum.
"Infrastruktur menyangkut transportasi, menyangkut juga air minum, air kotor yang begitu-gitu. Semua hal yang berkaitan dengan public utility, services. Itu butuhnya 5 tahun, gak bisa 1 tahun dan 2 tahun," papar Raden.
Dalam 100 hari ini, dia menyarankan pasangan baru tersebut untuk juga berfokus pada penyeselesaian banjir. Bagaimana mengupayakan warga DKI Jakarta tidak membuang sampah sembarangan.
"Yang paling jelas dalam 100 hari ke depan dia akan menghadapi banjir kan, itu dulu. Bagaimana dia mengatasi itu, supaya masyarakat juga berpartisipasi dalam mengatasi banjir. Bagaimana mereka mengurangi buang-buang sampah, untuk itu sementara hal yang bisa dia lakukan," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :