Jatim jajaki eskpor tekstil ke Venezuela

Senin, 15 Oktober 2012 - 17:39 WIB
Jatim jajaki eskpor...
Jatim jajaki eskpor tekstil ke Venezuela
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjajaki ekspor kosmetik dan tekstil ke Venezuela. Selain sebagai salah satu negara penghasil minyak, negara tersebut masih memiliki peluang ekspor yang terbuka lebar.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf saat menerima Duta Besar (Dubes) Luar Biasa Indonesia untuk Venezuela Prianti Gagarin Djatmiko Singgih mengatakan, yang dilakukan oleh pemprov Jatim adalah melakukan penjajakan untuk ekspor ke negera Amerika Latin itu.

"Informasinya masyarakat Venezuela sedang menggandrungi produk-produk tekstil khususnya kerajinan batik. Di Jawa Timur sendiri banyak motif-motif batik," kata Gus Ipul di kantor Gubernur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Senin (15/10/2012).

Untuk Surabaya, kata Gus Ipul ada kerajinan batik dengan berbagai motif seperti, kembang semanggi, ayam jago dan Sawunggaling. Sedangkan Sidoarjo ada batik khas beras kutah, Kembang Bayem dan Kebun Tebu.

Kemudian batik tulis khas Madura yang motifnya bebas cerah dan berani. "Termasuk batik tenun khas Tuban dengan batik 'Gedog' yang dipengaruhi oleh budaya islam," ujarnya.

Sementara itu, Dubes Luar Biasa Indonesia untuk Venezuela, Prianti Gagarin Djatmiko Singgih mengatakan, negara Venezuela merupakan negara penghasil minyak. Di negara tersebut ada Provinsi Carabobo yang pendapatan per kapita mencapai USD12 ribu.

Provinsi ini paling maju di bidang Industri, perdagangan, peternakkan, pertanian, pariwisata dan pertambangan. "Oleh sebab itu dengan kondisi yang sama kedua Provinsi ini ke depan ada kerjasama yang saling menguntungkan khususnya di bidang perdagangan,industri dan pariwisata," katanya.

Dia menambahkan, sekteor perdagangan di negara itu masih memiliki peluang yang terbuka lebar. Sebab, produk-produk seperti tekstil, kosmetik, makanan dan minuman (Mamin) serta industri lainnya masih mengandalkan impor sekitar 98 persen.

"Peluang pasar ekspor ke negera itu masih terbuka lebar khususnya di garmen," tukasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved