Telkom bidik perusahaan di kawasan regional
Selasa, 16 Oktober 2012 - 08:51 WIB
Telkom bidik perusahaan di kawasan regional
A
A
A
Sindonews.com – PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk (TLKM) kembali mengincar perusahaan jaringan kabel bawah laut (fiber optic/serat optik) di kawasan Asia. Langkah tersebut untuk memperluas jaringan perseroan di luar negeri.
”Ada beberapa perusahaan yang sedang dijajaki,” ujar Komisaris Utama TLKM Jusman Syafii Jamal di Jakarta kemarin.
Dia mengungkapkan, pilihan dari rencana tersebut, mengakuisisi atau menjalin kerja sama dengan perusahaan asing. Jusman menjelaskan, hal ini untuk mempercepat kapasitas broadband perseroan sehingga nantinya bisa tumbuh dengan cepat.
“Intinya itu harus membantu konektivitas, baik antar wilayah maupun dengan luar negeri,” jelasnya.
Sebelumnya, lanjut Jusman, perseroan batal mengakuisisi perusahaan penyedia jasa kabel bawah laut asal Hong Kong, Pacnet Ltd. Alasan Telkom mengakuisisi perusahaan tersebut karena Pacnet diprediksi dapat memberikan kontribusi sekitar 15–20 persen terhadap pendapatan Telkom di bisnis broadband.
Selain itu, akuisisi itu membuka jalan bagi Telkom untuk memperluas pasar ke kawasan regional. Namun, karena hasil uji kelayakan (due diligence) akuisisi Pacnet tidak memberikan nilai tambah bagi perusahaan, sehingga rencana tersebut dianulir.
Menurutnya, dengan batalnya akuisisi Pacnet, perseroan akan melirik perusahaan sejenis untuk diakuisisi. Direktur IT Solutions & Strategic Portofolio TLKM Indra Utoyo menambahkan, TLKM melalui anak usahanya, PT Sigma Citra Caraka (Telkomsigma) telah mengakuisisi data center milik IBM di daerah Sentul, Jawa Barat.
Dari akuisisi itu, perseroan menguasai 4.000 meter persegi data center. Hal ini merupakan salah satu cara perseroan dalam mengembangkan bisnis data center. Namun, dia masih enggan mengungkapkan berapa nilai akuisisi tersebut.
Dia mengungkapkan, perseroan berencana untuk memiliki 24.000 meter persegi data center dan saat ini sedang menjajaki daerah lainnya.
”Ada beberapa perusahaan yang sedang dijajaki,” ujar Komisaris Utama TLKM Jusman Syafii Jamal di Jakarta kemarin.
Dia mengungkapkan, pilihan dari rencana tersebut, mengakuisisi atau menjalin kerja sama dengan perusahaan asing. Jusman menjelaskan, hal ini untuk mempercepat kapasitas broadband perseroan sehingga nantinya bisa tumbuh dengan cepat.
“Intinya itu harus membantu konektivitas, baik antar wilayah maupun dengan luar negeri,” jelasnya.
Sebelumnya, lanjut Jusman, perseroan batal mengakuisisi perusahaan penyedia jasa kabel bawah laut asal Hong Kong, Pacnet Ltd. Alasan Telkom mengakuisisi perusahaan tersebut karena Pacnet diprediksi dapat memberikan kontribusi sekitar 15–20 persen terhadap pendapatan Telkom di bisnis broadband.
Selain itu, akuisisi itu membuka jalan bagi Telkom untuk memperluas pasar ke kawasan regional. Namun, karena hasil uji kelayakan (due diligence) akuisisi Pacnet tidak memberikan nilai tambah bagi perusahaan, sehingga rencana tersebut dianulir.
Menurutnya, dengan batalnya akuisisi Pacnet, perseroan akan melirik perusahaan sejenis untuk diakuisisi. Direktur IT Solutions & Strategic Portofolio TLKM Indra Utoyo menambahkan, TLKM melalui anak usahanya, PT Sigma Citra Caraka (Telkomsigma) telah mengakuisisi data center milik IBM di daerah Sentul, Jawa Barat.
Dari akuisisi itu, perseroan menguasai 4.000 meter persegi data center. Hal ini merupakan salah satu cara perseroan dalam mengembangkan bisnis data center. Namun, dia masih enggan mengungkapkan berapa nilai akuisisi tersebut.
Dia mengungkapkan, perseroan berencana untuk memiliki 24.000 meter persegi data center dan saat ini sedang menjajaki daerah lainnya.
(rna)
Lihat Juga :