Porsi saham IPO Semen Baturaja dikurangi

Selasa, 16 Oktober 2012 - 17:28 WIB
Porsi saham IPO Semen...
Porsi saham IPO Semen Baturaja dikurangi
A A A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan, PT Semen Baturaja (persero) siap menggelar penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dengan melepas 20% persen saham pada Februari 2013. Hal tersebut karena telah mendapat persetujuan komisi VI DPR RI.

"DPR sudah menyetujui Baturaja. Kami sepakati saham yang dilepaskan jangan banyak-banyak dahulu, yakni sekitar 20 persen," ujarnya di Jakarta, Selasa (16/10/2012).

Dia menjelaskan, alasan Baturaja hanya melepas 20 persen dari rencana sebelumnya sebanyak 35 persen karena perseroan dinilai sudah bankable dan memiliki banyak proyek.

Dari target pelepasan 20 persen saham tersebut menyebabkan target raihan dana segar sebesar Rp1 triliun akan mengalami revisi. Sisa dana akan dicari perseroan dari sumber lain. Mengenai pembentukan harga akan diserahkan ke koprorasi, sehingga tidak akan terulang kejadian seperti ketika menggelar IPO PT Krakatau Steel dan Garuda Indonesia.

"Ini sepenuhnya akan diserahkan ke korporasi," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi VI Erlangga Hartato mengatakan, Komisi VI DPR RI menyetujui privatisasi PT semen Baturaja dalam program tahunan privarisasi tahun 2012. Pertama, melepas kepemilikan saham melalui metode IPO maksimal 35%, yakni saham baru termasuk kepemilikan saham karyawan.

Kedua, pelaksanaan proses IPO mengutamakan transparansi dan akuntabilitas dalam penunjukan penjamin pelaksana emisi beserta profesi penunjangnya, distribusi saham, serta penentuan waktu, jumlah dan harga yang tepat.

Direktur Utama PT Semen Baturaja, Pamudji Raharjo mengatakan, proses IPO ini menggunakan buku September. "Akhir tahun ini harus sudah registrasi, kemudian awal tahun depan lakukan bookbuilding, sehingga Februari kami sudah listing. Nantinya perseroan akan segera melakukan proses filling ke Bapepam-LK," kata dia.

Sesuai keputusan Komisi VI DPR RI, untuk calon investor tentunya diutamakan untuk pasar lokal dan tidak melakukan penawaran ke pasar global. Dana hasil penawaran umum ini akan digunakan untuk pembangunan pabrik.

"Semester I/2013 diharapkan sudah kontrak dengan kita dan pembangunan langsung jalan," katanya.

Proses pembangunan pabrik paling cepat membutuhkan waktu sekitar 2,5 tahun, Sehingga diharapkan akhir 2015 atau semester I/2015 sudah selesai. Pabrik baru tersebut akan mempunyai kapasitas 1,5 juta, sehingga dengan selesai pabrik baru, maka total kapasitas pabrik perseroan menjadi 3,5 juta ton.

Adapun opsi lokasi pembangunan pabrik baru tersebut masih dikaji, antara Sumatera Selatan atau Jambi. "Saat ini sedang dikaji, keduanya bagus namun dicari yang lebih tepat," katanya.

Mengenai pasar Semen Baturaja, dia mengakui, saat ini pasar Sumsel sekitar 50 persen dan Lampung 30 persen. Dengan adanya pabrik baru, ditargetkan mampu menguasai pasar Sumatra bagian selatan kemudian disusul Jambi mencapai 60 persen.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PT Semen Baturaja Serahkan...
PT Semen Baturaja Serahkan Bantuan Alkes ke Pemkab OKU
Pembangunan Infrastruktur...
Pembangunan Infrastruktur di Sumatera Genjot Saham SMBR
Hingga Maret, Pendapatan...
Hingga Maret, Pendapatan Semen Baturaja Melesat 20%
Semen Baturaja Peroleh...
Semen Baturaja Peroleh Kredit Sindikasi Rp1,7 Triliun dari Lima Bank
Semen Baturaja Optimis...
Semen Baturaja Optimis Rebut 5% Pangsa Pasar Semen di Pontianak
SIG Bisa Cuan Rp1,7...
SIG Bisa Cuan Rp1,7 Triliun dari Integrasi Semen Baturaja
Berita Terkini
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
29 menit yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
55 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
1 jam yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
1 jam yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Infografis
Saham GOTO Malah Anjlok...
Saham GOTO Malah Anjlok setelah Diguyur TikTok Rp23 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved