WIKA optimis realisasikan MRT di Jakarta
Kamis, 18 Oktober 2012 - 18:24 WIB
WIKA optimis realisasikan MRT di Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - PT Wijaya Karya (persero) Tbk mengaku optimis untuk merealisasikan pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT) di DKI Jakarta. Perusahaan pelat merah tersebut telah mengajukan lima dari enam paket yang dilelang panitia.
Hingga saat ini belum ada informasi siapa pemenang dari tender tersebut. "Kamu sebagai peserta tender belum mendapat informasi lebih lanjut," kata Sekretaris Perusahaan WIKA, Natal Argawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Natal menjelaskan, paket tersebut adalah dua paket pembangunan jalur bawah tanah dan tiga jalur elevated. "Untuk paket undeground disampaikan di sana posisi WIKA yang terendah untuk dua paket, cuma itu kan masih di panitia," jelasnya.
Terkait nilai proyek, Natal menyebutkan nilai yang diajukan pihaknya adalah sebesar Rp1,5 triliun. Sedangkan proyeknya akan dikerjakan secara bertahap. Natal menegaskan, nilai tersebut masih wajar dan sesuai dengan ukuran proyek yang besar.
"Kita kan itu tim, diikuti kontraktor dari beberapa negara. Kalau kita ngasih harga mahal kita bisa tau ntar kalau kita ngasih rendah kita bisa rugi. Jadi kita ngasih harga wajar, sehingga kita dapat profit secara wajar juga, jadi mahal murah itu relatif," paparnya.
Terlambatnya pengumuman tender, menurutnya ada beberapa tahap yang harus dilalui, antara lain masa pembukaan dokumen, evaluasi kemudian masa sanggah dan baru pemberitahuan pemenang tender.
Hingga saat ini belum ada informasi siapa pemenang dari tender tersebut. "Kamu sebagai peserta tender belum mendapat informasi lebih lanjut," kata Sekretaris Perusahaan WIKA, Natal Argawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (18/10/2012).
Natal menjelaskan, paket tersebut adalah dua paket pembangunan jalur bawah tanah dan tiga jalur elevated. "Untuk paket undeground disampaikan di sana posisi WIKA yang terendah untuk dua paket, cuma itu kan masih di panitia," jelasnya.
Terkait nilai proyek, Natal menyebutkan nilai yang diajukan pihaknya adalah sebesar Rp1,5 triliun. Sedangkan proyeknya akan dikerjakan secara bertahap. Natal menegaskan, nilai tersebut masih wajar dan sesuai dengan ukuran proyek yang besar.
"Kita kan itu tim, diikuti kontraktor dari beberapa negara. Kalau kita ngasih harga mahal kita bisa tau ntar kalau kita ngasih rendah kita bisa rugi. Jadi kita ngasih harga wajar, sehingga kita dapat profit secara wajar juga, jadi mahal murah itu relatif," paparnya.
Terlambatnya pengumuman tender, menurutnya ada beberapa tahap yang harus dilalui, antara lain masa pembukaan dokumen, evaluasi kemudian masa sanggah dan baru pemberitahuan pemenang tender.
(gpr)
Lihat Juga :