IHSG dibuka anjlok hingga 24 poin
Senin, 22 Oktober 2012 - 09:58 WIB
IHSG dibuka anjlok hingga 24 poin
A
A
A
Sindonews.com - Mengawali perdagangan pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami penurunan yang cukup signifikan hingga 24 poin. Hal itu dipicu tekanan sentimen negatif yang terjadi di area regional.
IHSG, pada awal pembukaan perdagangan Senin (22/10/2012) dibuka turun 24,78 poin atau 0,57 persen menjadi 4.306,48. Indeks LQ45 turun 4,81 poin atau 0,6 persen menjadi 745,49, indeks IDX30 merosot 2,42 poin atau 0,6 persen ke 376,56, dan Jakarta Islamic Indeks (JII) anjlok 3,86 poin atau 0,6 persen menjadi 612,92.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp89,704 miliar dari 105,739 juta lembar saham diperdagangkan. Selain itu, investor asing juga mencatat aksi beli sebesar Rp7,137 miliar. Sebanyak 10 saham menguat, 59 saham stagnan, dan 109 saham bergerak turun.
Sementara sektor pendukung indeks saham mayoritas bergerak melemah. Sektor tambang turun 8,97 poin atau 0,5 persen, sektor aneka industri merosot 16,16 poin atau 1,2 persen, sektor keuangan terkoreksi 3,23 poin atau 0,6 persen, dan sektor keuangan turun 6,57 poin atau 0,9 persen.
Adapun saham-saham yang menguat (top gainers) antara lain saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp150 ke Rp41.950, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp100 ke Rp8.150, dan saham PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP)naik Rp100 ke Rp21.600.
Sedangkan saham-saham yang melemah (top losers) antara lain saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp600 menjadi Rp50.500, saham PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) turun Rp150 menjadi Rp7.100, dan saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) turun Rp150 menjadi Rp5.450.
Indeks Asia serempak melemah. Indeks Shanghai merosot 13,88 poin atau 0,65 persen, indeks Hang Seng terkoreksi 17,77 poin atau 0,08 persen, indeks Nikkei anjlok 60,5 poin atau 0,68 persen, dan indeks Straits Times turun 8,93 poin atau 0,29 persen.
IHSG, pada awal pembukaan perdagangan Senin (22/10/2012) dibuka turun 24,78 poin atau 0,57 persen menjadi 4.306,48. Indeks LQ45 turun 4,81 poin atau 0,6 persen menjadi 745,49, indeks IDX30 merosot 2,42 poin atau 0,6 persen ke 376,56, dan Jakarta Islamic Indeks (JII) anjlok 3,86 poin atau 0,6 persen menjadi 612,92.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp89,704 miliar dari 105,739 juta lembar saham diperdagangkan. Selain itu, investor asing juga mencatat aksi beli sebesar Rp7,137 miliar. Sebanyak 10 saham menguat, 59 saham stagnan, dan 109 saham bergerak turun.
Sementara sektor pendukung indeks saham mayoritas bergerak melemah. Sektor tambang turun 8,97 poin atau 0,5 persen, sektor aneka industri merosot 16,16 poin atau 1,2 persen, sektor keuangan terkoreksi 3,23 poin atau 0,6 persen, dan sektor keuangan turun 6,57 poin atau 0,9 persen.
Adapun saham-saham yang menguat (top gainers) antara lain saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp150 ke Rp41.950, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp100 ke Rp8.150, dan saham PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP)naik Rp100 ke Rp21.600.
Sedangkan saham-saham yang melemah (top losers) antara lain saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp600 menjadi Rp50.500, saham PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) turun Rp150 menjadi Rp7.100, dan saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) turun Rp150 menjadi Rp5.450.
Indeks Asia serempak melemah. Indeks Shanghai merosot 13,88 poin atau 0,65 persen, indeks Hang Seng terkoreksi 17,77 poin atau 0,08 persen, indeks Nikkei anjlok 60,5 poin atau 0,68 persen, dan indeks Straits Times turun 8,93 poin atau 0,29 persen.
(gpr)
Lihat Juga :