SBY gembira dengan capaian KUR
Senin, 22 Oktober 2012 - 12:24 WIB
SBY gembira dengan capaian KUR
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku gembira atas perkembangan yang sangat positif dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Proram KUR yang kita mulai sejak tahun 2007 hingga hari ini memiliki kemajuan dan progres yang baik, dan bagi saya menggembirakan," ungkap SBY saat membuka International Microfinance Conference 2012, di Yogyakarta, Senin (22/10/2012).
Kebanggaan SBY semakin bertambah kala menyampaikan hasil laporan tim ekonominya yang menyebutkan betapa rendahnya tingkat Non Performing Loan (NPL/Kredit Macet) dan jumlah penerima KUR yang tidak lebih dari 4 persen.
"Sejak disalurkan tahun 2007 Sebesar Rp82 triliun, debitur yang kita aliri jumlah 6,8 juta. Yang menggembirakan NPL kurang dari 4 persen. Itu jauh lebih rendah daripada NPL dari konvensional," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, sejak disalurkan pertama kali pada tahun 2007 lalu hingga saat ini, Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah berhasil diserap sebesar Rp82 triliun. Dari laporan yang diterimanya, SBY menyebutkan, kredit tersebut banyak diserap terutama oleh masyarakat berpenghasilan rendah.
"Proram KUR yang kita mulai sejak tahun 2007 hingga hari ini memiliki kemajuan dan progres yang baik, dan bagi saya menggembirakan," ungkap SBY saat membuka International Microfinance Conference 2012, di Yogyakarta, Senin (22/10/2012).
Kebanggaan SBY semakin bertambah kala menyampaikan hasil laporan tim ekonominya yang menyebutkan betapa rendahnya tingkat Non Performing Loan (NPL/Kredit Macet) dan jumlah penerima KUR yang tidak lebih dari 4 persen.
"Sejak disalurkan tahun 2007 Sebesar Rp82 triliun, debitur yang kita aliri jumlah 6,8 juta. Yang menggembirakan NPL kurang dari 4 persen. Itu jauh lebih rendah daripada NPL dari konvensional," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, sejak disalurkan pertama kali pada tahun 2007 lalu hingga saat ini, Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah berhasil diserap sebesar Rp82 triliun. Dari laporan yang diterimanya, SBY menyebutkan, kredit tersebut banyak diserap terutama oleh masyarakat berpenghasilan rendah.
(gpr)
Lihat Juga :