Perumahan untuk wartawan belum dibangun
Rabu, 24 Oktober 2012 - 18:46 WIB
Perumahan untuk wartawan belum dibangun
A
A
A
Sindonews.com - Kebijakan pemerintah untuk memberikan rumah murah kepada wartawan rupanya tidak akan berjalan mulus. Pasalnya lokasi perumahan jauh dari Jakarta dan terlihat gersang ini lokasi yang akan dijadikan perumahan bagi para wartawan.
Perumahan ini terletak di Perum Bumi Parung Panjang, Desa Parung Panjang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Rencananya untuk tahap awal akan dibangun sebanyak 525 rumah sehat tumbuh (RST) dengan tipe 36,72, 36,84 dan 36,94.
Meski pemerintah melalui Kemeterian Perumahan Rakyat (Kemenpera) akan memberikan rumah murah bagi wartawan ini, rasanya akan menemui kendala. Pasalnya, lokasi perumahan yang jauh dari Kota Jakarta, di perumahan tersebut juga tidak memiliki fasilitas pendukung seperti fasilitas sosial dan fasilitas umum. Selain itu akses jalan menuju perumahan tersebut juga belum diaspal.
Kendala lainnya terlihat dari perumahan yang sudah berdiri belasan tahun ini, tidak banyak peminatnya. Beberapa rumah terlihat rusak tanpa penghuni. Jikapun ada penghuni, hanya segelintir kepala keluarga.
Pihak pemasaran mengaku dirinya sudah diminta untuk membangun rumah bagi para wartawan. Sedang mengenai harga rumah pihaknya masih menunggu pihak Kemenpera.
Rencananya, sekitar 186 hektar lahan milik Perumnas ini akan diperuntukan buat umum dan wartawan. Sementara itu, mengenai tanah yang akan dibangun perumahan wartwan merupakan tanah milik warga yang sudah dibebaskan Perumnas. Dan saat ini tidak terjadi sengketa atas tanah tersebut.
Perumahan ini terletak di Perum Bumi Parung Panjang, Desa Parung Panjang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Rencananya untuk tahap awal akan dibangun sebanyak 525 rumah sehat tumbuh (RST) dengan tipe 36,72, 36,84 dan 36,94.
Meski pemerintah melalui Kemeterian Perumahan Rakyat (Kemenpera) akan memberikan rumah murah bagi wartawan ini, rasanya akan menemui kendala. Pasalnya, lokasi perumahan yang jauh dari Kota Jakarta, di perumahan tersebut juga tidak memiliki fasilitas pendukung seperti fasilitas sosial dan fasilitas umum. Selain itu akses jalan menuju perumahan tersebut juga belum diaspal.
Kendala lainnya terlihat dari perumahan yang sudah berdiri belasan tahun ini, tidak banyak peminatnya. Beberapa rumah terlihat rusak tanpa penghuni. Jikapun ada penghuni, hanya segelintir kepala keluarga.
Pihak pemasaran mengaku dirinya sudah diminta untuk membangun rumah bagi para wartawan. Sedang mengenai harga rumah pihaknya masih menunggu pihak Kemenpera.
Rencananya, sekitar 186 hektar lahan milik Perumnas ini akan diperuntukan buat umum dan wartawan. Sementara itu, mengenai tanah yang akan dibangun perumahan wartwan merupakan tanah milik warga yang sudah dibebaskan Perumnas. Dan saat ini tidak terjadi sengketa atas tanah tersebut.
(gpr)
Lihat Juga :