Pemerintah akan turunkan BK CPO
Kamis, 25 Oktober 2012 - 15:01 WIB
Pemerintah akan turunkan BK CPO
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah berencana akan melakukan penyesuaian bea keluar (BK) minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) seperti yang dilakukan oleh Malaysia. Hal ini melihat dari tren penurunan harga CPO, yang terjadi pada satu hingga dua bulan terakhir.
"Kalau saya lihat dari penurunan harga yang sudah terjadi 1-2 bulan terakhir, kemungkinan akan disesuaikan," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Gita menyatakan, dalam persoalan ini, pemerintah akan menggunakan sistem indeksasi yang didasarkan pada tren harga CPO. Hal ini juga akan dibicarakan lagi dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. "(Sekarang) belum, nanti kita bicara dengan Pak Hatta lagi," jelasnya.
Gita menegaskan, tidak ada pertentangan dengan prinsip hilirisasi jika BK CPO diturunkan lantaran sudah menggunakan rumus dan realisasi di lapangan.
"Kan ada rumusnya. BK akan naik atau turun kalau ada pergerakan harga. Hilirisasi sudah terbukti dengan pembukaan pabrik, pembangunan, dan investasi jalan terus," pungkasnya.
Seperti diketahui, pemerintah Malaysia mengeluarkan kebijakan menurunkan bea keluar CPO sebesar 4,5-8,5 persen dari sebelumnya 23 persen. Kebijakan itu akan berlaku mulai awal tahun depan.
"Kalau saya lihat dari penurunan harga yang sudah terjadi 1-2 bulan terakhir, kemungkinan akan disesuaikan," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Gita menyatakan, dalam persoalan ini, pemerintah akan menggunakan sistem indeksasi yang didasarkan pada tren harga CPO. Hal ini juga akan dibicarakan lagi dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. "(Sekarang) belum, nanti kita bicara dengan Pak Hatta lagi," jelasnya.
Gita menegaskan, tidak ada pertentangan dengan prinsip hilirisasi jika BK CPO diturunkan lantaran sudah menggunakan rumus dan realisasi di lapangan.
"Kan ada rumusnya. BK akan naik atau turun kalau ada pergerakan harga. Hilirisasi sudah terbukti dengan pembukaan pabrik, pembangunan, dan investasi jalan terus," pungkasnya.
Seperti diketahui, pemerintah Malaysia mengeluarkan kebijakan menurunkan bea keluar CPO sebesar 4,5-8,5 persen dari sebelumnya 23 persen. Kebijakan itu akan berlaku mulai awal tahun depan.
(rna)
Lihat Juga :