KKIG buy back 10% saham pekan depan
Kamis, 25 Oktober 2012 - 17:04 WIB
KKIG buy back 10% saham pekan depan
A
A
A
Sindonews.com - PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKIG) menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS). Dalam rapat tersebut disetujui rencana perseroan untuk melakukan aksi pembelian kembali (buy back) saham, dengan syarat harus dikembalikan ke publik dalam jangka waktu dua tahun.
"Boleh membeli 10 persen (saham yang dilepas ke publik) sesuai dengan target, untuk meningkatkan harga saham kami," ujar Direktur Keuangan KKIG, Agoes Soegiarto dalam paparannya, di Gedung World Trade Center (WTC) Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Rencana aksi buy back, dia menambahkan, untuk memperbaiki harga saham perseroan yang sempat anjlok di pasar modal. "(Harga saham perseroan) turun 60 persen. Ini salah satu paling parah dibandingkan dengan emiten lainnya," jelas dia.
Kendati demikian, dari ketetapan yang diputuskan maksimal melakukan buy back sebesar 10 persen, perseroan belum bisa memastikan berapa besar saham yang akan dibeli kembali dari publik. Besaran buy back saham masih harus dipertimbangkan disesuaikan dengan ketersediaan dana perseroan dan harga yang sedang berlaku di pasar.
"Secara regulasi boleh 10 persen, tapi bukan berarti akan sebesar itu juga yang akan dibeli. Kita lihat berdasarkan harga pasar," lanjutnya.
Sebagai tindak lanjut dari persetujuan tersebut, perseroan akan mulai melakukan buy back pada Senin mendatang (29/10), dengan sumber pandanaan berasal dari dana internal perseroan.
Selain menyetujui buy back, Agoes juga menerangkan, para pemegang saham juga mensyaratkan saham yang nantinya akan dibeli dari publik harus dikembalikan lagi ke publik dalam jangka waktu dua tahun.
"Senin baru mulai buy back, sumbernya dari dana internal, maksimal 200 miliar kas likuid kami. Tapi harus dikembalikan lagi ke publik 2 tahun," tandasnya.
"Boleh membeli 10 persen (saham yang dilepas ke publik) sesuai dengan target, untuk meningkatkan harga saham kami," ujar Direktur Keuangan KKIG, Agoes Soegiarto dalam paparannya, di Gedung World Trade Center (WTC) Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Rencana aksi buy back, dia menambahkan, untuk memperbaiki harga saham perseroan yang sempat anjlok di pasar modal. "(Harga saham perseroan) turun 60 persen. Ini salah satu paling parah dibandingkan dengan emiten lainnya," jelas dia.
Kendati demikian, dari ketetapan yang diputuskan maksimal melakukan buy back sebesar 10 persen, perseroan belum bisa memastikan berapa besar saham yang akan dibeli kembali dari publik. Besaran buy back saham masih harus dipertimbangkan disesuaikan dengan ketersediaan dana perseroan dan harga yang sedang berlaku di pasar.
"Secara regulasi boleh 10 persen, tapi bukan berarti akan sebesar itu juga yang akan dibeli. Kita lihat berdasarkan harga pasar," lanjutnya.
Sebagai tindak lanjut dari persetujuan tersebut, perseroan akan mulai melakukan buy back pada Senin mendatang (29/10), dengan sumber pandanaan berasal dari dana internal perseroan.
Selain menyetujui buy back, Agoes juga menerangkan, para pemegang saham juga mensyaratkan saham yang nantinya akan dibeli dari publik harus dikembalikan lagi ke publik dalam jangka waktu dua tahun.
"Senin baru mulai buy back, sumbernya dari dana internal, maksimal 200 miliar kas likuid kami. Tapi harus dikembalikan lagi ke publik 2 tahun," tandasnya.
(rna)
Lihat Juga :