Hipmi targetkan 4,88 juta pengusaha muda
Senin, 29 Oktober 2012 - 10:28 WIB
Hipmi targetkan 4,88 juta pengusaha muda
A
A
A
Sindonews.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menargetkan pengusaha muda di Indonesia minimal dua persen dari jumlah populasi penduduk saat ini, yang berjumlah 244 juta jiwa atau sekitar 4,88 juta. Kelompok menengah berkembang, didominasi kemunculan pengusaha muda.
“Saat ini, ada sekitar 100 juta usia produktif, ini menjadi modal Indonesia untuk dapat menciptakan pengusaha handal. Jagan hanya orang asing masuk ke Indonesia menempati posisi-posisi setrategis, semestinya orang kita yang menjelajah ke negara lain mengembangkan usaha di Tanah Air,” ungkap Ketua Umum Hipmi, Raja Sapta Oktohari, usai deklarasi Forum Ketua Hipmi se-Indonesia, di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali, Kabupaten Badung, Bali, kemarin.
Karenanya, dia meminta perlakuan khusus pemerintah dalam hal akses perizinan hingga perbankan. Hal ini diperlukan guna mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru.
Dia menjelaskan dalam hal regulasi peraturan yang diinginkan adalah kemudahan–kemudahan yang mesti diperlakukan kepada mereka utamanya pengusaha yang baru lahir. Di mata pengusaha muda, perlunya dilakukan penyederhanaan dan kemudahan seperti pemangkasan sistem perizinan, akses perbankan harus dibedakan, pajak diringankan.
“Poin –poin ini menjadi penghambat banyak calon pengusaha mundur itu telah saya sampaikan langsung kepada presiden, dan tanggapan presiden cukup baik dan diterima,” tambah dia.
Menurutnya, para pengusaha pemula di daerah-daerah perlu dibina, didorong, agar bisa terbang tinggi. Dengan begitu keberadaan mereka bisa sejajar dan bisa menjadi mitra bisnis nasional dan internasional. Dia menjelaskan, pada 2013 merupakan momentum yang tepat lantaran Indonesia akan menyambut Asia Economy community yang semakin ketat persaingannya.
Sementara momentum Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober), dimaknai sebagai momentum semangat persatuan sehingga dijadikan kalangan pengusaha Indonesia, untuk memotivasi semangat pengusaha muda Indonesia membangun ekonomi bangsa.
Di sisi lain, masih belum ada kejelasan payung hukum bagi pengusaha baru, terutama di daerah-daerah. Tidak heran jika banyak pengusaha pemula kita sifatnya latahan.
“Saat ini kita tengah mengusulkan payung hukum untuk pengusaha daerah atau pemula, baik dalam bentuk keperes maupun kepmen dan kita siap mengawalnya dalam mendorong pembangunan ekonomi bangsa,” kata dia.
Dia menambahkan, usulan ini telah mendapat respon baik dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut dia, Presiden SBY telah memerintahkan untuk mengawal para pengusaha yang baru muncul agar mendapat pembinaan.
Oleh karena itu, menyambut 2014, dimana kebanyakan orang fokus pada kampanye, politik, pemilihan presiden dan lain–lainnya, dan menyebabkan para pegusaha terlupakan, maka Hipmi berkomitmen tidak akan ikut-ikut politik. "Mari fokus bekerja, ciptakan pengusaha-pengusaha muda yang handal,” tukas dia.
“Saat ini, ada sekitar 100 juta usia produktif, ini menjadi modal Indonesia untuk dapat menciptakan pengusaha handal. Jagan hanya orang asing masuk ke Indonesia menempati posisi-posisi setrategis, semestinya orang kita yang menjelajah ke negara lain mengembangkan usaha di Tanah Air,” ungkap Ketua Umum Hipmi, Raja Sapta Oktohari, usai deklarasi Forum Ketua Hipmi se-Indonesia, di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali, Kabupaten Badung, Bali, kemarin.
Karenanya, dia meminta perlakuan khusus pemerintah dalam hal akses perizinan hingga perbankan. Hal ini diperlukan guna mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru.
Dia menjelaskan dalam hal regulasi peraturan yang diinginkan adalah kemudahan–kemudahan yang mesti diperlakukan kepada mereka utamanya pengusaha yang baru lahir. Di mata pengusaha muda, perlunya dilakukan penyederhanaan dan kemudahan seperti pemangkasan sistem perizinan, akses perbankan harus dibedakan, pajak diringankan.
“Poin –poin ini menjadi penghambat banyak calon pengusaha mundur itu telah saya sampaikan langsung kepada presiden, dan tanggapan presiden cukup baik dan diterima,” tambah dia.
Menurutnya, para pengusaha pemula di daerah-daerah perlu dibina, didorong, agar bisa terbang tinggi. Dengan begitu keberadaan mereka bisa sejajar dan bisa menjadi mitra bisnis nasional dan internasional. Dia menjelaskan, pada 2013 merupakan momentum yang tepat lantaran Indonesia akan menyambut Asia Economy community yang semakin ketat persaingannya.
Sementara momentum Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober), dimaknai sebagai momentum semangat persatuan sehingga dijadikan kalangan pengusaha Indonesia, untuk memotivasi semangat pengusaha muda Indonesia membangun ekonomi bangsa.
Di sisi lain, masih belum ada kejelasan payung hukum bagi pengusaha baru, terutama di daerah-daerah. Tidak heran jika banyak pengusaha pemula kita sifatnya latahan.
“Saat ini kita tengah mengusulkan payung hukum untuk pengusaha daerah atau pemula, baik dalam bentuk keperes maupun kepmen dan kita siap mengawalnya dalam mendorong pembangunan ekonomi bangsa,” kata dia.
Dia menambahkan, usulan ini telah mendapat respon baik dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut dia, Presiden SBY telah memerintahkan untuk mengawal para pengusaha yang baru muncul agar mendapat pembinaan.
Oleh karena itu, menyambut 2014, dimana kebanyakan orang fokus pada kampanye, politik, pemilihan presiden dan lain–lainnya, dan menyebabkan para pegusaha terlupakan, maka Hipmi berkomitmen tidak akan ikut-ikut politik. "Mari fokus bekerja, ciptakan pengusaha-pengusaha muda yang handal,” tukas dia.
(rna)
Lihat Juga :