Q3, laba BCA hanya tumbuh 8,1%
Senin, 29 Oktober 2012 - 16:50 WIB
Q3, laba BCA hanya tumbuh 8,1%
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat laba bersih di kuartal tiga sebesar Rp8,3 triliun. Angka ini tumbuh 8,1 persen secara year on year (yoy). Sementara itu rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 14,8 persen atau masih di atas persyaratan minimum yang ditentukan oleh Bank Indonesia (BI).
"Yang harus kita ingat suku bunga BI, menurun, dan menurun itu direfleksikan tren deposit dan SBI yaitu dana yang ditempatkan di BI. Dan hasilnya rendah," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja di Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (29/10/2012).
Pendapatan bunga bersih cukup meningkat 15,1 persen secara yoy menjadi 14,2 triliun. Pertumbuhan portfolio kredit telah memberikan imbal hasil yang lebih besar di bandingkan dengan aktiva produktif lainnya.
"Pendapatan operasional lainnya meningkat menjadi Rp5,6 triliun selama sembilan bulan pertama 2012," jelasnya.
Inipun nantinya akan didukung oleh pertumbuhan yang kuat dari pendapatan provinsi dan komisi lainnya sebesar 16,9 persen yoy menjadi Rp3,9 triliun. Salah satu target utama BCA adalah untuk terus melakukan investasi dalam bisnis perbankan transaski guna memberikan yang aman, nyaman dan handal.
"BCA berkomitmen melakukan investasi dalam sumber daya manusia, produk perbankan, dan memperkuat fundamental usaha untuk platform kinerja," pungkasnya.
"Yang harus kita ingat suku bunga BI, menurun, dan menurun itu direfleksikan tren deposit dan SBI yaitu dana yang ditempatkan di BI. Dan hasilnya rendah," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja di Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (29/10/2012).
Pendapatan bunga bersih cukup meningkat 15,1 persen secara yoy menjadi 14,2 triliun. Pertumbuhan portfolio kredit telah memberikan imbal hasil yang lebih besar di bandingkan dengan aktiva produktif lainnya.
"Pendapatan operasional lainnya meningkat menjadi Rp5,6 triliun selama sembilan bulan pertama 2012," jelasnya.
Inipun nantinya akan didukung oleh pertumbuhan yang kuat dari pendapatan provinsi dan komisi lainnya sebesar 16,9 persen yoy menjadi Rp3,9 triliun. Salah satu target utama BCA adalah untuk terus melakukan investasi dalam bisnis perbankan transaski guna memberikan yang aman, nyaman dan handal.
"BCA berkomitmen melakukan investasi dalam sumber daya manusia, produk perbankan, dan memperkuat fundamental usaha untuk platform kinerja," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :