Peluang Shell distribusi BBM di Jatim, tipis
Selasa, 30 Oktober 2012 - 09:00 WIB
Peluang Shell distribusi BBM di Jatim, tipis
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan minyak Royal Dutch Shell Plc (Shell) dikabarkan tengah mengajukan proposal kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk ikut mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Timur (Jatim).
Terkait hal ini, BPH Migas menyatakan sangat kecil kemungkinannya proposal Shell ini akan dikabulkan. "Saya kira Shell juga mengerti kalau misalnya suatu ketika kita mohon maaf," ujar Wakil Ketua Komite BPH Migas Fahmi H Matori di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (29/10/2012) malam.
Namun Fahmi menambahkan, BPH Migas belum mengambil keputusan secara resmi, permintaan Shell tersebut masih akan dibicarakan terlebih dahulu dalam Rapat Komite. "Shell mengajukan proposal ke kita yang intinya seperti itu, sampai sekarang belum kita putuskan," imbuhnya.
Menurut dia, penawaran Shell tersebut sulit diterima karena Shell menginginkan penyaluran BBM di Jawa Timur. Padahal, BPH Migas tidak membuka tender untuk penyaluran BBM di wilayah tersebut sebab Pertamina tidak mengalami kendala dalam penyaluran BBM di Jawa Timur.
Saat ini, BPH Migas hanya membuka kesempatan penyaluran BBM untuk wilayah Indonesia Timur, dimana Pertamina kesulitan memasok BBM ke sana. "Itu konsen kita adalah ketersediaan kita di daerah-daerah Timur, daerah-daerah terpencil yang Pertamina sendiri sulit untuk mencari investor sebagai penyalur di sana," jelasnya.
Lebih jauh, Fahmi menutup kemungkinan dibukanya kesempatan penyaluran BBM bagi perusahaan minyak selain Pertamina untuk wilayah Jawa, termasuk Jawa Timur. Dia juga menyebut beberapa wilayah yang dibuka karena Pertamina mengalami kesulitan di wilayah-wilayah tersebut.
"Saya kira tidak lah. Di sumatera itu, yang banyak misalnya di Gabion, di Medan, kemudian di Sulawesi," pungkasnya.
Terkait hal ini, BPH Migas menyatakan sangat kecil kemungkinannya proposal Shell ini akan dikabulkan. "Saya kira Shell juga mengerti kalau misalnya suatu ketika kita mohon maaf," ujar Wakil Ketua Komite BPH Migas Fahmi H Matori di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (29/10/2012) malam.
Namun Fahmi menambahkan, BPH Migas belum mengambil keputusan secara resmi, permintaan Shell tersebut masih akan dibicarakan terlebih dahulu dalam Rapat Komite. "Shell mengajukan proposal ke kita yang intinya seperti itu, sampai sekarang belum kita putuskan," imbuhnya.
Menurut dia, penawaran Shell tersebut sulit diterima karena Shell menginginkan penyaluran BBM di Jawa Timur. Padahal, BPH Migas tidak membuka tender untuk penyaluran BBM di wilayah tersebut sebab Pertamina tidak mengalami kendala dalam penyaluran BBM di Jawa Timur.
Saat ini, BPH Migas hanya membuka kesempatan penyaluran BBM untuk wilayah Indonesia Timur, dimana Pertamina kesulitan memasok BBM ke sana. "Itu konsen kita adalah ketersediaan kita di daerah-daerah Timur, daerah-daerah terpencil yang Pertamina sendiri sulit untuk mencari investor sebagai penyalur di sana," jelasnya.
Lebih jauh, Fahmi menutup kemungkinan dibukanya kesempatan penyaluran BBM bagi perusahaan minyak selain Pertamina untuk wilayah Jawa, termasuk Jawa Timur. Dia juga menyebut beberapa wilayah yang dibuka karena Pertamina mengalami kesulitan di wilayah-wilayah tersebut.
"Saya kira tidak lah. Di sumatera itu, yang banyak misalnya di Gabion, di Medan, kemudian di Sulawesi," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :