Hingga 2014, Merpati tambah 80 pesawat
Selasa, 30 Oktober 2012 - 15:20 WIB
Hingga 2014, Merpati tambah 80 pesawat
A
A
A
Sindonews.com - Adanya rencana penambahan rute penerbangan perintis maupun antar kabupaten dan antar kota, membuat PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) harus memperkuat armada pesawatnya. Hingga 2014, direncanakan Merpati akan mendatangkan 80 pesawat.
Dari 80 pesawat yang akan didatangkan tersebut, 20 di antaranya adalah pesawat jenis Cassa 212 yang dibeli dari PT Dirgantara Indonesia untuk penerbangan perintis.
"Merpati pesan 20 pesawat dari PT DI (Dirgantara Indonesia) untuk penerbangan perintis," jelas VP Corporate Secretary and Legal Merpati, Herry Saptanto di Restoran Bumbu Desa, Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Selain itu, Merpati akan bekerjasama dengan perusahaan asing asal China, CALC, mendatangkan 60 pesawat untuk mengisi rute antar kabupaten dan antar kota. Kerja sama tersebut dilakukan dalam bentuk bagi hasil. Merpati akan menjalankan operasional pesawat tersebut dan keuntungannya dibagi antara Merpati dan CALC.
"Saat ini tim kita sedang ke CALC. Perjanjiannya kita bukan beli, tapi kerja sama dalam bentuk sharing profit. Kita akan tambah 60 pesawat dari CALC," papar Herry.
Saat ini tercatat Merpati telah melayani kurang lebih 120 rute penerbangan di dalam negeri dengan jumlah armada 22 pesawat. Di usianya yang ke-50 ini, ungkap Herry, Merpati berusaha untuk bangkit kembali menjadi salah satu maskapai terbesar di Indonesia. "Usia kita sudah 50 tahun. Pesawat kita dulu pernah 100, sekarang tinggal 22," tutupnya.
Dari 80 pesawat yang akan didatangkan tersebut, 20 di antaranya adalah pesawat jenis Cassa 212 yang dibeli dari PT Dirgantara Indonesia untuk penerbangan perintis.
"Merpati pesan 20 pesawat dari PT DI (Dirgantara Indonesia) untuk penerbangan perintis," jelas VP Corporate Secretary and Legal Merpati, Herry Saptanto di Restoran Bumbu Desa, Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Selain itu, Merpati akan bekerjasama dengan perusahaan asing asal China, CALC, mendatangkan 60 pesawat untuk mengisi rute antar kabupaten dan antar kota. Kerja sama tersebut dilakukan dalam bentuk bagi hasil. Merpati akan menjalankan operasional pesawat tersebut dan keuntungannya dibagi antara Merpati dan CALC.
"Saat ini tim kita sedang ke CALC. Perjanjiannya kita bukan beli, tapi kerja sama dalam bentuk sharing profit. Kita akan tambah 60 pesawat dari CALC," papar Herry.
Saat ini tercatat Merpati telah melayani kurang lebih 120 rute penerbangan di dalam negeri dengan jumlah armada 22 pesawat. Di usianya yang ke-50 ini, ungkap Herry, Merpati berusaha untuk bangkit kembali menjadi salah satu maskapai terbesar di Indonesia. "Usia kita sudah 50 tahun. Pesawat kita dulu pernah 100, sekarang tinggal 22," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :