Laba AKR Corporindo tergerus 78% jadi Rp460 M
Selasa, 30 Oktober 2012 - 15:29 WIB
Laba AKR Corporindo tergerus 78% jadi Rp460 M
A
A
A
Sindonews.com - Emiten distributor bahan bakar minyak (BBM), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) pada akhir September tahun ini mencatat laba periode berjalan Rp459,55 miliar, tergerus sekitar 78,15 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,1 triliun.
Dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (30/10/2012) mengungkapkan, terkoreksinya laba tersebut karena tidak ada kontribusi laba periode dari operasi yang dihentikan. Ini berbeda dengan periode yang sama tahun lalu, dimana perseroan mendapatkan keuntungan dari operasi yang dihentikan sebesar Rp1,68 triliun.
Sementara itu, pendapatan perseroan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini tercatat naik 13,35 persen menjadi Rp16,3 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp14,38 triliun. Beban pokok pendapatan juga naik sebesar 13,24 persen menjadi Rp15,4 triliun dari Rp13,6 triliun pada kuartal III tahun lalu.
Disamping itu, perseroan juga mencatat kerugian atas penjualan aset tetap sebesar Rp84,28 juta dari sebelumnya laba Rp651,59 juta. Laba selisih kurs juga menurun 17,53 persen menjadi Rp10,49 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp12,72 miliar.
Laba usaha perseroan tercatat naik 23,88 persen menjadi Rp608,19 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu Rp490,96 miliar. Menurunnya penghasilan keuangan menjadi Rp20,85 miliar dari sebelumnya Rp56,36 miliar dan naiknya beban keuangan menjadi Rp39,48 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp27,69 miliar juga mengerus laba periode berjalan perseroan pada kuartal III tahun ini.
Adapun laba per saham dasar menurun menjadi Rp125,38 dari periode yang sama tahun lalu Rp553,62 per lembar saham. Sedangkan laba per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan meningkat menjadi Rp125,38 dibanding kuartal III/2011 senilai Rp108,33 per lembar saham.
Dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (30/10/2012) mengungkapkan, terkoreksinya laba tersebut karena tidak ada kontribusi laba periode dari operasi yang dihentikan. Ini berbeda dengan periode yang sama tahun lalu, dimana perseroan mendapatkan keuntungan dari operasi yang dihentikan sebesar Rp1,68 triliun.
Sementara itu, pendapatan perseroan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini tercatat naik 13,35 persen menjadi Rp16,3 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp14,38 triliun. Beban pokok pendapatan juga naik sebesar 13,24 persen menjadi Rp15,4 triliun dari Rp13,6 triliun pada kuartal III tahun lalu.
Disamping itu, perseroan juga mencatat kerugian atas penjualan aset tetap sebesar Rp84,28 juta dari sebelumnya laba Rp651,59 juta. Laba selisih kurs juga menurun 17,53 persen menjadi Rp10,49 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp12,72 miliar.
Laba usaha perseroan tercatat naik 23,88 persen menjadi Rp608,19 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu Rp490,96 miliar. Menurunnya penghasilan keuangan menjadi Rp20,85 miliar dari sebelumnya Rp56,36 miliar dan naiknya beban keuangan menjadi Rp39,48 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp27,69 miliar juga mengerus laba periode berjalan perseroan pada kuartal III tahun ini.
Adapun laba per saham dasar menurun menjadi Rp125,38 dari periode yang sama tahun lalu Rp553,62 per lembar saham. Sedangkan laba per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan meningkat menjadi Rp125,38 dibanding kuartal III/2011 senilai Rp108,33 per lembar saham.
(rna)
Lihat Juga :