Bakrieland bukukan kerugian Rp337,7 M
Kamis, 01 November 2012 - 10:07 WIB
Bakrieland bukukan kerugian Rp337,7 M
A
A
A
Sindonews.com - Anak usaha grup Bakrie yang bergerak di sektor properti, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (rugi bersih) sebesar Rp337,72 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya laba sebesar Rp15,66 miliar.
Berdasarkan laporan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), rugi tersebut diantaranya karena menurunnya penghasilan usaha bersih, meningkatnya sejumlah beban dan rugi selisih kurs. Pada akhir September 2012, perseroan mencatat penurunan penghasilan usaha bersih sekitar 8,97 persen menjadi Rp1,32 triliun dari Rp1,45 triliun pada kuartal III tahun lalu.
Kendati demikian, perseroan berhasil menekan beban pokok penghasilan sebesar 16,45 persen menjadi Rp712,8 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp853,13 miliar. Namun, beban penjualan meningkat menjadi Rp81,01 miliar dari Rp68,49 miliar, beban umum dan administrasi naik menjadi Rp416,68 miliar dari Rp325,67 miliar.
Sementara beban bunga dan keuangan bersih sepanjang periode tersebut naik menjadi Rp241,38 miliar dari 69,07 miliar pada kuartal III/2011, rugi selisih kurs mencapai Rp39,76 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya membukukan laba senilai Rp10,88 miliar. Sedangkan, laba penjualan/penghapusan aset tetap menurun jadi Rp2,53 miliar dari Rp29,36 miliar pada periode yang sama 2011.
Sedangkan, rugi bersih entitas asosiasi sebesar Rp12,16 miliar dari sebelumnya laba Rp1,7 miliar dan laba lain-lain tercatat menurun jadi Rp13,94 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp50,5 miliar. Adapun, rugi per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal III tahun ini Rp3,06 dari laba Rp3,24 per lembar saham pada kuartal III/2011.
Berdasarkan laporan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), rugi tersebut diantaranya karena menurunnya penghasilan usaha bersih, meningkatnya sejumlah beban dan rugi selisih kurs. Pada akhir September 2012, perseroan mencatat penurunan penghasilan usaha bersih sekitar 8,97 persen menjadi Rp1,32 triliun dari Rp1,45 triliun pada kuartal III tahun lalu.
Kendati demikian, perseroan berhasil menekan beban pokok penghasilan sebesar 16,45 persen menjadi Rp712,8 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp853,13 miliar. Namun, beban penjualan meningkat menjadi Rp81,01 miliar dari Rp68,49 miliar, beban umum dan administrasi naik menjadi Rp416,68 miliar dari Rp325,67 miliar.
Sementara beban bunga dan keuangan bersih sepanjang periode tersebut naik menjadi Rp241,38 miliar dari 69,07 miliar pada kuartal III/2011, rugi selisih kurs mencapai Rp39,76 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya membukukan laba senilai Rp10,88 miliar. Sedangkan, laba penjualan/penghapusan aset tetap menurun jadi Rp2,53 miliar dari Rp29,36 miliar pada periode yang sama 2011.
Sedangkan, rugi bersih entitas asosiasi sebesar Rp12,16 miliar dari sebelumnya laba Rp1,7 miliar dan laba lain-lain tercatat menurun jadi Rp13,94 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp50,5 miliar. Adapun, rugi per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal III tahun ini Rp3,06 dari laba Rp3,24 per lembar saham pada kuartal III/2011.
(rna)
Lihat Juga :