Aksi profit taking masih warnai IHSG
Kamis, 01 November 2012 - 16:59 WIB
Aksi profit taking masih warnai IHSG
A
A
A
Sindonews.com - Memasuki hari ke empat perdagangan pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah, imbas dari aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan para investor.
"IHSG ditutup melemah menyusul aksi ambil untung yang dilakukan pemodal," ujar pengamat pasar modal dari PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Kamis (1/11/2012).
Data inflasi yang rendah serta neraca perdagangan yang surplus gagal mengangkat indeks ke area positif.
Hasil kinerja emiten kuartal 3 tampaknya sudah terefleksikan pada pergerakan harga dalam beberapa hari terakhir. Selain dari dalam negeri, pasar juga akan menunggu data pengangguran yang akan dirilis.
"Diperkirakan angka pengangguran Oktober akan naik menjadi 7,9 persen dari bulan lalu yang sebesar 7,8 persen. Data pengangguran ini merupakan yang terakhir sebelum pemilu presiden di AS pada 6 Nov 2012," tutupnya.
Seperti diketahui, IHSG, pada akhir perdagangan Kamis (1/11/2012) melemah 14,93 poin atau 0,34 persen menjadi 4.335,36. Indeks LQ45 turun 4,85 poin atau 0,6 persen ke 746,27.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp4,56 triliun dengan volume 3,9 miliar lembar saham. Sebanyak 146 saham melemah, 100 saham menguat, dan 115 saham stagnan.
Sektor pendukung indeks saham pun masih tertekan. Sektor agri turun 12,78 poin atau 0,6 persen, sektor tambang turun 13,56 poin atau 0,7 persen dan sektor infrastruktur turun 5,39 poin atau 0,6 persen.
"IHSG ditutup melemah menyusul aksi ambil untung yang dilakukan pemodal," ujar pengamat pasar modal dari PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Kamis (1/11/2012).
Data inflasi yang rendah serta neraca perdagangan yang surplus gagal mengangkat indeks ke area positif.
Hasil kinerja emiten kuartal 3 tampaknya sudah terefleksikan pada pergerakan harga dalam beberapa hari terakhir. Selain dari dalam negeri, pasar juga akan menunggu data pengangguran yang akan dirilis.
"Diperkirakan angka pengangguran Oktober akan naik menjadi 7,9 persen dari bulan lalu yang sebesar 7,8 persen. Data pengangguran ini merupakan yang terakhir sebelum pemilu presiden di AS pada 6 Nov 2012," tutupnya.
Seperti diketahui, IHSG, pada akhir perdagangan Kamis (1/11/2012) melemah 14,93 poin atau 0,34 persen menjadi 4.335,36. Indeks LQ45 turun 4,85 poin atau 0,6 persen ke 746,27.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp4,56 triliun dengan volume 3,9 miliar lembar saham. Sebanyak 146 saham melemah, 100 saham menguat, dan 115 saham stagnan.
Sektor pendukung indeks saham pun masih tertekan. Sektor agri turun 12,78 poin atau 0,6 persen, sektor tambang turun 13,56 poin atau 0,7 persen dan sektor infrastruktur turun 5,39 poin atau 0,6 persen.
(gpr)
Lihat Juga :