BEI: Sosialisasi redenominasi harus matang
Jum'at, 02 November 2012 - 16:10 WIB
BEI: Sosialisasi redenominasi harus matang
A
A
A
Sindonews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memandang, rencana redenominasi mata uang rupiah akan memperkecil nominal transaksi yang terjadi sekaligus memberi peluang menaikkan jumlah transaksi sebagai imbas adanya digit yang hilang.
"Misalnya, ada transaksi perdagangan sebanyak 120 ribu per hari dengan nilai nominal sebesar Rp4 trilliun sebelum redenominasi. Maka dengan adanya redenominasi akan menjadi lebih kecil jika dibandingkan dengan yang terdahulu," ujar Direktur Utama BEI Ito Warsito di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/11/2012).
Kendati berpotensi besar meningkatkan efisiensi perdagangan, kata Ito, namun juga memerlukan proses adaptasi yang memadai. Hal tersebut didasarkan pada faktor kebiasaan yang umumnya membutuhkan waktu agak lama sebelum terbiasa dengan digit angka yang lebih sedikit sebagai imbas dari redenominasi tersebut.
Ito mengingatkan, sektor yang perlu mendapat perhatian khusus dalam hal sosialisasi terutama di sektor perbankan. "Rencana redenominasi tersebut memerlukan persiapan sosialisasi, terutama pada sektor perbankan, seperti masalah pembayaran, teller, bank dan supermarket," tandasnya.
Sebelumnya, Ekonom Center for Information and Development Studies (CIDES) sekaligus Kepala Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) Umar Juoro menilai, pemerintah kurang melakukan sosialisasi terkait rencana penyederhanaan mata uang atau redenominasi.
"Soalisasinya masih kurang, kalau manfaat semua setuju, tapi dikhawatirkan akan berdampak seperti kenaikan harga," terang Umar beberapa waktu lalu.
Umar mengakui, hingga saat ini masih banyak masyarakat dan para pemangku kepentingan yang belum memahami redenominasi. "Masih ada yang belum tahu," sambungnya.
"Misalnya, ada transaksi perdagangan sebanyak 120 ribu per hari dengan nilai nominal sebesar Rp4 trilliun sebelum redenominasi. Maka dengan adanya redenominasi akan menjadi lebih kecil jika dibandingkan dengan yang terdahulu," ujar Direktur Utama BEI Ito Warsito di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/11/2012).
Kendati berpotensi besar meningkatkan efisiensi perdagangan, kata Ito, namun juga memerlukan proses adaptasi yang memadai. Hal tersebut didasarkan pada faktor kebiasaan yang umumnya membutuhkan waktu agak lama sebelum terbiasa dengan digit angka yang lebih sedikit sebagai imbas dari redenominasi tersebut.
Ito mengingatkan, sektor yang perlu mendapat perhatian khusus dalam hal sosialisasi terutama di sektor perbankan. "Rencana redenominasi tersebut memerlukan persiapan sosialisasi, terutama pada sektor perbankan, seperti masalah pembayaran, teller, bank dan supermarket," tandasnya.
Sebelumnya, Ekonom Center for Information and Development Studies (CIDES) sekaligus Kepala Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) Umar Juoro menilai, pemerintah kurang melakukan sosialisasi terkait rencana penyederhanaan mata uang atau redenominasi.
"Soalisasinya masih kurang, kalau manfaat semua setuju, tapi dikhawatirkan akan berdampak seperti kenaikan harga," terang Umar beberapa waktu lalu.
Umar mengakui, hingga saat ini masih banyak masyarakat dan para pemangku kepentingan yang belum memahami redenominasi. "Masih ada yang belum tahu," sambungnya.
(gpr)
Lihat Juga :