Kuartal III, Laba Tiphone naik 29%
Minggu, 04 November 2012 - 12:07 WIB
Kuartal III, Laba Tiphone naik 29%
A
A
A
Sindonews.com - PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) mencatat laba bersih sebesar Rp 138,62 miliar pada kuartal III 2012, naik 29 persen dibanding periode yang sama tahu lalu senilai Rp107,05 miliar.
Kenaikan dipicu oleh peningkatan pendapatan bersih perseroan pada kuartal III/2012, yang mencapai Rp5,57 triliun atau meningkat sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang hanya mencapai Rp 4,971 triliun.
"Beban pokok penjualan (beban usaha) berhasil diturunkan dari Rp131 miliar menjadi Rp128,38 miliar," kata Corporate Secretary PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk Semuel Kurniawan dalam siaran pers, Minggu (4/11/2012).
Sementara, beban pokok pendapatan meningkat 12,6 persen menjadi Rp5,26 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,67 triliun. Pada sisi aset, perseroan mencatat peningkatan menjadi Rp1,39 triliun. Sementara liabilitas turun dari Rp697,58 miliar menjadi Rp347,8 miliar.
"Hal ini disebabkan karena perseroan melunasi sebagian besar pinjaman pada bank," jelasnya.
Ekuitas perusahaan juga meningkat menjadi Rp1,04 triliun, yang disebabkan pengeluaran saham baru perseroan melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di pasar modal pada awal tahun ini.
Semuel menyatakan, pendapatan perseroan masih bertumpu pada penjualan voucher seluler. Konstribusinya bahkan tercatat sebesar 90 persen, sedangkan 10 persen berasal dari produk ponsel.
"Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, penjualan voucher dan produk seluler pada semester kedua, biasanya memang lebih tinggi daripada semester pertama. Hal ini disebabkan peningkatan permintaan karena adanya hari Raya dan liburan. Sementara untuk produk seluler, beberapa vendor juga banyak yang merilis produknya pada kuartal III dan IV," paparnya.
Pada kuartal IV perseroan cukup optimistis, seiring dengan adanya hari Natal dan Tahun Baru, yang diperkirakan mampu mendongkrak penjualan voucher. Selain itu, peningkatan penjualan produk seluler dan penggunaan layanan telekomunikasi.
Kenaikan dipicu oleh peningkatan pendapatan bersih perseroan pada kuartal III/2012, yang mencapai Rp5,57 triliun atau meningkat sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang hanya mencapai Rp 4,971 triliun.
"Beban pokok penjualan (beban usaha) berhasil diturunkan dari Rp131 miliar menjadi Rp128,38 miliar," kata Corporate Secretary PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk Semuel Kurniawan dalam siaran pers, Minggu (4/11/2012).
Sementara, beban pokok pendapatan meningkat 12,6 persen menjadi Rp5,26 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,67 triliun. Pada sisi aset, perseroan mencatat peningkatan menjadi Rp1,39 triliun. Sementara liabilitas turun dari Rp697,58 miliar menjadi Rp347,8 miliar.
"Hal ini disebabkan karena perseroan melunasi sebagian besar pinjaman pada bank," jelasnya.
Ekuitas perusahaan juga meningkat menjadi Rp1,04 triliun, yang disebabkan pengeluaran saham baru perseroan melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di pasar modal pada awal tahun ini.
Semuel menyatakan, pendapatan perseroan masih bertumpu pada penjualan voucher seluler. Konstribusinya bahkan tercatat sebesar 90 persen, sedangkan 10 persen berasal dari produk ponsel.
"Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, penjualan voucher dan produk seluler pada semester kedua, biasanya memang lebih tinggi daripada semester pertama. Hal ini disebabkan peningkatan permintaan karena adanya hari Raya dan liburan. Sementara untuk produk seluler, beberapa vendor juga banyak yang merilis produknya pada kuartal III dan IV," paparnya.
Pada kuartal IV perseroan cukup optimistis, seiring dengan adanya hari Natal dan Tahun Baru, yang diperkirakan mampu mendongkrak penjualan voucher. Selain itu, peningkatan penjualan produk seluler dan penggunaan layanan telekomunikasi.
(rna)
Lihat Juga :