Dahlan takut beberkan oknum DPR pemeras BUMN
Senin, 05 November 2012 - 13:50 WIB
Dahlan takut beberkan oknum DPR pemeras BUMN
A
A
A
Sindonews.com - Datang memenuhi undangan Badan Kehormatan (BK) DPR sendirian, ternyata Menteri badan usaha milik negara (BUMN) Dahlan Iskan tidak berani membeberkan sejumlah nama oknum DPR pemeras BUMN, seperti yang digembar-gemborkannya beberapa pekan ini.
Dahlan malah melemparkan kepada BK DPR untuk mengumumkan atau tidak mengumumkan nama-nama oknum yang dimaksud kepada publik.
"Secara khusus kepada BK, saya serahkan sepenuhnya untuk membuka atau tidak membuka nama-nama tersebut," ujar Dahlan usai pertemuan tertutup dengan BK DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (5/11/2012).
Dahlan berkilah, pihaknya tidak mau menyebutkan sejumlah nama pemeras BUMN tersebut karena di luar tanggung jawabnya sebagai Menteri BUMN. Menurut dia, pengumuman sejumlah nama tersebut merupakan hak prerogatif BK DPR.
"Kalau hari ini saya tidak menyebutkan nama di depan anda karena saya menyerahkan kepada BK," sambungnya.
Sebelumnya, Dahlan Iskan berjanji akan membongkar kasus-kasus pemerasan BUMN oleh DPR untuk memberantas praktek pemerasan BUMN. Ternyata, mantan direktur perusahaan listrik pelat merah tersebut tidak berani lagi melanjutkan langkahnya lebih jauh.
Dahlan malah melemparkan kepada BK DPR untuk mengumumkan atau tidak mengumumkan nama-nama oknum yang dimaksud kepada publik.
"Secara khusus kepada BK, saya serahkan sepenuhnya untuk membuka atau tidak membuka nama-nama tersebut," ujar Dahlan usai pertemuan tertutup dengan BK DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (5/11/2012).
Dahlan berkilah, pihaknya tidak mau menyebutkan sejumlah nama pemeras BUMN tersebut karena di luar tanggung jawabnya sebagai Menteri BUMN. Menurut dia, pengumuman sejumlah nama tersebut merupakan hak prerogatif BK DPR.
"Kalau hari ini saya tidak menyebutkan nama di depan anda karena saya menyerahkan kepada BK," sambungnya.
Sebelumnya, Dahlan Iskan berjanji akan membongkar kasus-kasus pemerasan BUMN oleh DPR untuk memberantas praktek pemerasan BUMN. Ternyata, mantan direktur perusahaan listrik pelat merah tersebut tidak berani lagi melanjutkan langkahnya lebih jauh.
(rna)
Lihat Juga :