IHSG masih rawan melemah
Selasa, 06 November 2012 - 08:31 WIB
IHSG masih rawan melemah
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal up reversal setelah terbentuk spinning pada sebelumnya. Pelemahan yang terjadi hampir menutup gap sebelum akhirnya kembali bertahan di atas level 4.300. Diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.277-4.290 dan resistance 4.314-4.321.
"Kemungkinan IHSG akan kembali mencoba menutup gap di level 4.285-4.294 sebelum kembali mencoba untuk reversal naik," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (6/11/2012).
Sementara itu, menurut Reza, bursa saham Eropa masih bertahan di zona merah dipicu masih adanya emiten yang merilis kinerja di bawah estimasi seperti HSBC Holdings Plc dan CGV Veritas.
Pelaku pasar juga menantikan langkah Yunani terkait program bailout-nya. Sementara bursa saham AS diperkirakan masih akan bergerak flat cenderung melemah jelang Pemilu Presiden AS. "Dengan sentimen yang ada maka kemungkinan pergerakan negatif masih akan menyelimuti laju bursa saham Asia hari ini, termasuk IHSG," jelasnya.
Pada perdagangan IHSG kemarin dipicu banyaknya sentimen negatif sehingga membawa IHSG ke jurang pelemahan. Mulai dari meredanya efek rilis kinerja emiten hingga sentimen negatif yang muncul, baik dari Asia maupun Eropa telah memberikan tekanan bagi IHSG.
Tak ketinggalan rilis pelemahan PDB Indonesia kuartal III-2012 yang hanya bertumbuh 6,17 persen di bawah estimasi 6,20 persen sampai 6,30 persen turut menambah sentimen negatif.
"Adanya rilis penurunan indeks manufaktur China, berita kebangkrutan Sharp, turunnya harga komoditas, hingga kembalinya kekhawatiran perolehan bailout untuk Yunani telah memberikan imbas negatif pada laju IHSG," ungkapnya.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.330,51 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan sempat menyentuh level 4.285,80 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.302,94.
"Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy," kata Reza.
"Kemungkinan IHSG akan kembali mencoba menutup gap di level 4.285-4.294 sebelum kembali mencoba untuk reversal naik," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (6/11/2012).
Sementara itu, menurut Reza, bursa saham Eropa masih bertahan di zona merah dipicu masih adanya emiten yang merilis kinerja di bawah estimasi seperti HSBC Holdings Plc dan CGV Veritas.
Pelaku pasar juga menantikan langkah Yunani terkait program bailout-nya. Sementara bursa saham AS diperkirakan masih akan bergerak flat cenderung melemah jelang Pemilu Presiden AS. "Dengan sentimen yang ada maka kemungkinan pergerakan negatif masih akan menyelimuti laju bursa saham Asia hari ini, termasuk IHSG," jelasnya.
Pada perdagangan IHSG kemarin dipicu banyaknya sentimen negatif sehingga membawa IHSG ke jurang pelemahan. Mulai dari meredanya efek rilis kinerja emiten hingga sentimen negatif yang muncul, baik dari Asia maupun Eropa telah memberikan tekanan bagi IHSG.
Tak ketinggalan rilis pelemahan PDB Indonesia kuartal III-2012 yang hanya bertumbuh 6,17 persen di bawah estimasi 6,20 persen sampai 6,30 persen turut menambah sentimen negatif.
"Adanya rilis penurunan indeks manufaktur China, berita kebangkrutan Sharp, turunnya harga komoditas, hingga kembalinya kekhawatiran perolehan bailout untuk Yunani telah memberikan imbas negatif pada laju IHSG," ungkapnya.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.330,51 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan sempat menyentuh level 4.285,80 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.302,94.
"Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy," kata Reza.
(gpr)
Lihat Juga :