Jero bantah SBY barter gas Tangguh dengan gelar

Selasa, 06 November 2012 - 13:28 WIB
Jero bantah SBY barter...
Jero bantah SBY barter gas Tangguh dengan gelar
A A A
Sindonews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik membantah isu bahwa pemerintah Indonesia memberikan kontrak gas di Tangguh kepada British Petroleum (BP) karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dianugerahi gelar kebangsawanan oleh Kerajaan Inggris.

"Presiden dapat gelar itu urusan lain, bukan barter. Tidak ada hubungan antara gelar yang diberikan pada Bapak Presiden dengan gas Tangguh," kata Jero Wacik dalam konferensi pers siang ini di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (6/11/2012).

Jero memaparkan, gelar kehormatan 'Knight Green Cross in The Order The Bath' diberikan karena prestasi SBY dalam berbagai bidang, diantaranya di bidang perekonomian.

"Dari penjelasan Ratu, pemberian gelar Knight Green Cross in The Order The Bath itu karena prestasi yang menonjol di bidang ekonomi," ujarnya.

Kerajaan Inggris, tutur Jero, menilai ekonomi Indonesia berkembang pesat dalam delapan tahun masa kepemimpinan SBY. Ekonomi Indonesia masih bisa terus tumbuh tinggi di tengah krisis ekonomi dunia.

Selain itu, mantan Menteri Pariwisata ini juga mengungkapkan, menonjolnya prestasi SBY dalam membangun demokrasi juga dianggap sangat positif oleh Kerajaan Inggris. "Kemudian prestasi yang kedua adalah membangun demokrasi. Demokrasi kita sudah dianggap makin matang," imbuh pria kelahiran Bali ini.

Hal lain yang menjadi pertimbangan, lanjutnya, ialah peran Indonesia dalam bidang lingkungan hidup. "Kemudian peran internasional dalam antisipasi perubahan iklim. Indonesia dianggap berperan besar," pungkas dia.

Seperti diketahui, kontrak penambangan LNG di Tangguh, Papua, yang dikelola BP ditengarai sangat merugikan negara. Ketika industri di dalam negeri menjerit kekurangan suplai gas, gas dari Tangguh justru diekspor dengan harga hanya USD3,35 per mmbtu, padahal harga gas di pasaran dunia mencapai USD11 per mmbtu. Kini, pemerintah baru saja menyetujui pembangunan unit penambangan gas baru oleh BP di Tangguh.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dukung Kepedulian pada...
Dukung Kepedulian pada Sesama, Kementerian ESDM Hibahkan Aset ke Lembaga Kemanusiaan
Pakai Kursi Roda, PNS...
Pakai Kursi Roda, PNS Kementerian ESDM Priyo Andi Gularso Diperiksa KPK
Penggeledahan Di Kantor...
Penggeledahan Di Kantor ESDM, Arifin Benarkan Terkait Dugaan Korupsi Tukin
Banyak Proyek Migas...
Banyak Proyek Migas Alami Stagnasi, Investasi Tak Capai Target
Anggaran Kementerian...
Anggaran Kementerian ESDM Dipotong Rp3,5 Triliun
KPK Geledah Kantor Kementerian...
KPK Geledah Kantor Kementerian ESDM, Penyidik Bawa 2 koper
Berita Terkini
Sambil Jalan-jalan ke...
Sambil Jalan-jalan ke PRJ 2026, Bayar Pajak Kendaraan Bisa Bebas Denda
9 menit yang lalu
Indonesia Targetkan...
Indonesia Targetkan 50% Bahan Bakar Pesawat Pakai Minyak Jelantah di 2060
23 menit yang lalu
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
51 menit yang lalu
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
1 jam yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
2 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
3 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved