IHSG diprediksi masih bergerak mixed
Rabu, 07 November 2012 - 07:57 WIB
IHSG diprediksi masih bergerak mixed
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. IHSG berada pada kisaran support-resistance 4.300-4.338.
Menurut Research Analyst Panin Sekuritas Purwoko Sartono, data historikal menyebutkan dalam empat kali pilpres AS terakhir siapapun pemenangnya, baik incumbent maupun penantangnya, bursa akan tetap naik setelah pilpres.
"Di samping pilpres, investor juga masih dilanda kekhawatiran akan kondisi krisis utang di Eropa yang belum kunjung membaik," katanya di Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Selain itu, menurut Purwoko, PM Yunani pekan ini akan meminta persetujuan parlemen untuk memenuhi persyaratan untuk mendapatkan dana bantuan.
"Sementara dari dalam negeri, gagal tercapainya target pertumbuhan ekonomi di kuartal III yang juga dibawah kuartal sebelumnya menjadi katalis negatif bagi pergerakan indeks. Diperkirakan, pertumbuhan ekonomi tahun ini akan gagal mencapai target pemerintah sebesar 6,5 persen," tuturnya.
Sementara itu, IHSG kemarin ditutup menguat tipis setelah sepanjang perdagangan bergerak mixed diantara area positif dan negatif. Pergerakan indeks global diwarnai oleh beralihnya fokus investor pada pemilu umum presiden AS.
"Investor di AS lebih memilih untuk wait and see sebelum pemilu presiden," ungkap Purwoko.
Menurut Research Analyst Panin Sekuritas Purwoko Sartono, data historikal menyebutkan dalam empat kali pilpres AS terakhir siapapun pemenangnya, baik incumbent maupun penantangnya, bursa akan tetap naik setelah pilpres.
"Di samping pilpres, investor juga masih dilanda kekhawatiran akan kondisi krisis utang di Eropa yang belum kunjung membaik," katanya di Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Selain itu, menurut Purwoko, PM Yunani pekan ini akan meminta persetujuan parlemen untuk memenuhi persyaratan untuk mendapatkan dana bantuan.
"Sementara dari dalam negeri, gagal tercapainya target pertumbuhan ekonomi di kuartal III yang juga dibawah kuartal sebelumnya menjadi katalis negatif bagi pergerakan indeks. Diperkirakan, pertumbuhan ekonomi tahun ini akan gagal mencapai target pemerintah sebesar 6,5 persen," tuturnya.
Sementara itu, IHSG kemarin ditutup menguat tipis setelah sepanjang perdagangan bergerak mixed diantara area positif dan negatif. Pergerakan indeks global diwarnai oleh beralihnya fokus investor pada pemilu umum presiden AS.
"Investor di AS lebih memilih untuk wait and see sebelum pemilu presiden," ungkap Purwoko.
(gpr)
Lihat Juga :