Sumbar targetkan Kakao 120 ribu ton setahun

Rabu, 07 November 2012 - 10:47 WIB
Sumbar targetkan Kakao...
Sumbar targetkan Kakao 120 ribu ton setahun
A A A
Sindonews.com - Provinsi Sumatera Barat masih berpotensi penambahan areal komoditas kakao (cokelat) seluas 110.000 hektare, karena masih terdapat lahan-lahan terlantar di sejumlah kabupaten dan kota.

“Lahan-lahan yang belum dimanfaatkan pada kabupaten dan kota berpotensi untuk pengembangan kakao. Mudah-mudahan target peluasan 200 ribu hektare dapat tercapai sampai 2015,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Rabu (7/11/2012).

Katanya, kini luas penanaman kakao Sumbar tercatat 121 ribu hektare dengan volume produksi 61 ribu. Saat ini sampai tahun 2015 kita menargetkan perluasan lahan 200 ribu hektar dan penghasilan 120 ribu ton pertahun.

Ia juga mengatakan, sentra kakao sudah menjadi unggulan Sumbar itu, tersebar hampir pada semua kabupaten, di antaranya Padang Pariaman, Pasaman dan Limapuluh Kota. Program pengembangan kakao merupakan salah satu prioritas dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya kalangan petani.

“Dalam mendukung pelaksanaan kegiatan program tersebut, telah disusun kegiatan seperti penyediaan bibit unggul, pengedalian hama penyakit, pemeliharaan, dan penyedian sarana produksi serta memberikan bantuan salat pengolahan hasil,” ungkapnya.

Bantuan yang diberikan untuk kalangan petani bersumber dari APBD provinsi dan anggaran dari pemerintah pusat, serta menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, seperti dengan ADM Cocoa Singapura.

“Saat ini di Sumbar, kalangan kelompok tani sudah melakukan pengembangan produk turunan dari kakao, di antara di Padang Pariaman dan Sawahlunto,” ujarnya.

Ia menilai, melalui gerakan nasional kakao yang mencakup beberapa provinsi di antaranya Sumbar, tentu akan menjadi motivasi bagi kalangan petani. Terkait, melalui Gernas ada upaya peremajaan, rehabilitasi dan intensifikasi, produktivitas kakao diharapkan meningkatkan satu ton per hektare.

Ketua Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) Zulhefi Sikumbang menilai, Sumbar merupakan penghasil mutu kakao yang bagus, sehingga menjadi bahan pencampuran bagi pedagang di Lampung.

Menurut Zulhefi, biji kakao asal Sumbar yang dijual ke Lampung, dijadikan pencampuran pengusaha disana sebelum dilakukan ekspor ke sejumlah negara tujuan. Jadi, rencana perluasan areal tanaman kakao di Sumbar, merupakan langkah yang positif karena pada 2015, sedikitnya 800 ribu ton kebutuhan bahan baku kalau semua mesin giling pengolahan beroperasi di Indonesia.

“Apabila tak ada penambahan luas areal komoditas ekspor tersebut, tentu beberapa tahun mendatang akan kekurangan bahan baku,” ucapnya.

Seiring dengan tumbuhnya industri pengolahan dalam negeri, maka arah ke depan bagaimana produk turunan dari kakao banyak dihasilkan dalam negeri. “Sumbar pun bisa berinovasi terhadap produk makanan ringan, misalnya keripik balado diberi campuran cokelat. Artinya perlu alih teknologi terhadap pelaku usaha kecil,” pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Laju Ekspor Biji Kakao...
Laju Ekspor Biji Kakao Sulsel Tetap Kencang di Masa Pandemi Covid-19
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
Harga Kakao Turun di...
Harga Kakao Turun di Tingkat Petani
Platform Webtoon Berstandar...
Platform Webtoon Berstandar Internasional ‘Kakao Webtoon’ Diluncurkan di Indonesia
Tingkatkan Nilai Produk...
Tingkatkan Nilai Produk Kakao, Kemendag Jajaki Kerja Sama dengan Italia
PT Mars Target Dukung...
PT Mars Target Dukung Peningkatan Kesejahteraan 9.000 Petani Kakao
Berita Terkini
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
44 menit yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
1 jam yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
1 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
2 jam yang lalu
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
2 jam yang lalu
Infografis
Turki Bantu Ekspor 15.000...
Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur saat Flu Burung Merebak di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved