IHSG diproyeksi mixed cenderung melemah
Kamis, 08 November 2012 - 09:05 WIB
IHSG diproyeksi mixed cenderung melemah
A
A
A
Sindonews.com - Perdaganga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diproyeksikan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Adapun kisaran support-resistance 4.320-4.370.
Menurut Research Analyst Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, memasuki term pemerintahannya yang kedua, Presiden Obama diharapkan segera menyelesaikan kebijakan tebing fiskal (fiscal cliff) senilai USD600 miliar.
"Fiscal cliff akan aktif secara otomatis jika di parlemen tidak ada kesepakatan tentang kompromi anggaran. Fiscal cliff akan dilakukan melalui kenaikan pajak dan pemotongan belanja negara yang diperkirakan akan menghambat pemulihan ekonomi AS," katanya di Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Sementara IHSG kemarin ditutup menguat 0,84 persen. Pergerakan indeks kemarin diwarnai oleh Pemilu Presiden AS yang kembali dimenangkan oleh Obama setelah menaklukan pesaingnya dari Partai Republik, Mitt Romney.
"Euforia pilpres memang biasanya menyebabkan S&P500 selalu naik di hari pilpres dengan rata-rata 0,9 persen dan turun 0,9 persen satu hari setelah pilpres," jelas Purwoko.
Selain itu, pasar finansial global juga masih menanti wacana pergantian pemimpin di China. Pasar kembali akan wait and see apakah pengganti PM Wen Jiabao akan memiliki arah kebijakan ekonomi yang berbeda. Hal ini dapat mengerti karena saat ini China merupakan kekuatan ekonomi terbesar ke-2 di dunia.
Menurut Research Analyst Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, memasuki term pemerintahannya yang kedua, Presiden Obama diharapkan segera menyelesaikan kebijakan tebing fiskal (fiscal cliff) senilai USD600 miliar.
"Fiscal cliff akan aktif secara otomatis jika di parlemen tidak ada kesepakatan tentang kompromi anggaran. Fiscal cliff akan dilakukan melalui kenaikan pajak dan pemotongan belanja negara yang diperkirakan akan menghambat pemulihan ekonomi AS," katanya di Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Sementara IHSG kemarin ditutup menguat 0,84 persen. Pergerakan indeks kemarin diwarnai oleh Pemilu Presiden AS yang kembali dimenangkan oleh Obama setelah menaklukan pesaingnya dari Partai Republik, Mitt Romney.
"Euforia pilpres memang biasanya menyebabkan S&P500 selalu naik di hari pilpres dengan rata-rata 0,9 persen dan turun 0,9 persen satu hari setelah pilpres," jelas Purwoko.
Selain itu, pasar finansial global juga masih menanti wacana pergantian pemimpin di China. Pasar kembali akan wait and see apakah pengganti PM Wen Jiabao akan memiliki arah kebijakan ekonomi yang berbeda. Hal ini dapat mengerti karena saat ini China merupakan kekuatan ekonomi terbesar ke-2 di dunia.
(gpr)
Lihat Juga :