KSPSI kecam demo buruh anarkis
Kamis, 08 November 2012 - 09:45 WIB
KSPSI kecam demo buruh anarkis
A
A
A
Sindonews.com - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menyatakan kecaman terhadap aksi-aksi mogok kerja buruh disertai sweeping pabrik yang marak akhir-akhir ini. Demonstrasi-demonstrasi yang tidak terkendali ini telah membuat resah dunia usaha di Indonesia.
"Setelah kita melihat aksi-aksi yang mengklaim mengatasnamakan buruh, pekerja, persoalan itu merupakan keprihatinan kita," kata Ketua Umum KSPSI, Yoris Raweyai di Permata Kuningan, Rabu (7/11/2012).
Yoris menegaskan, KSPSI tidak pernah terlibat dalam aksi-aksi anarkis yang mengatasnamakan buruh tersebut. Menurut dia, aksi-aksi itu dilakukan oleh kelompok-kelompok sempalan yang tidak bertanggung jawab.
"Kami ini mayoritas, 90 persen buruh yang kerja di industri-industri Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) adalah anggota kami. Yang demo itu bukan karyawan Apindo, bukan anggota kami," jelasnya.
Pihaknya mengaku telah melakukan pembicaraan dengan para pengusaha untuk mencari jalan keluar mengatasi permasalahan ini. "Yang merusak nama buruh di Indonesia, hal-hal itu kami upayakan komunikasi yang intens," tukas dia.
Selain itu, Yoris juga meminta pemerintah agar menindak tegas aksi-aksi anarkis yang mengatasnamakan buruh. Bila pemerintah tidak mampu menertibkan aksi-aksi semacam itu, Yoris mengancam akan menurunkan anggota-anggota KSPSI guna melawan aksi sweeping yang dilakukan kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab tersebut.
"Kalau Kepolisian tidak bisa bertindak tegas, kami yang akan melakukan perlawanan," pungkasnya.
"Setelah kita melihat aksi-aksi yang mengklaim mengatasnamakan buruh, pekerja, persoalan itu merupakan keprihatinan kita," kata Ketua Umum KSPSI, Yoris Raweyai di Permata Kuningan, Rabu (7/11/2012).
Yoris menegaskan, KSPSI tidak pernah terlibat dalam aksi-aksi anarkis yang mengatasnamakan buruh tersebut. Menurut dia, aksi-aksi itu dilakukan oleh kelompok-kelompok sempalan yang tidak bertanggung jawab.
"Kami ini mayoritas, 90 persen buruh yang kerja di industri-industri Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) adalah anggota kami. Yang demo itu bukan karyawan Apindo, bukan anggota kami," jelasnya.
Pihaknya mengaku telah melakukan pembicaraan dengan para pengusaha untuk mencari jalan keluar mengatasi permasalahan ini. "Yang merusak nama buruh di Indonesia, hal-hal itu kami upayakan komunikasi yang intens," tukas dia.
Selain itu, Yoris juga meminta pemerintah agar menindak tegas aksi-aksi anarkis yang mengatasnamakan buruh. Bila pemerintah tidak mampu menertibkan aksi-aksi semacam itu, Yoris mengancam akan menurunkan anggota-anggota KSPSI guna melawan aksi sweeping yang dilakukan kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab tersebut.
"Kalau Kepolisian tidak bisa bertindak tegas, kami yang akan melakukan perlawanan," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :