Kadin minta impor kawasan perbatasan RI didispensasi
Kamis, 08 November 2012 - 16:13 WIB
Kadin minta impor kawasan perbatasan RI didispensasi
A
A
A
Sindonews.com - Perekonomian kawasan perbatasan Indonesia masih tertinggal dari daerah lainnya. Bahkan, kegiatan perdagangan kawasan perbatasan masih bergantung pada pasokan negara tetangga, Malaysia.
Guna mempermudah pasokan bahan kebutuhan pokok di daerah perbatasan, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengusulkan kebijakan dispensasi impor di daerah perbatasan.
"Pemerintah bisa mempertimbangkan adanya dispensasi impor khusus bagi bahan makanan pokok yang diperlukan di wilayah perbatasan untuk dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat setempat," kata Wakil Ketua Umum Kadin, Natsir Mansyur di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Natsir menambahkan, importasi khusus bagi kawasan perbatasan akan memberikan tambahan pemasukan pajak bagi negara karena tetap akan diberlakukan tata niaga di bidang ekspor dan impor serta masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan dari pelaksanaan perdagangan.
Sebagai contoh, Natsir menyebut wilayah perbatasan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur akan sangat diuntungkan oleh adanya dispensasi importasi.
"Karena suplai dari Pontianak sering tidak tersedia dan harganya relatif mahal, kawasan perbatasan juga bisa melakukan ekspor hasil perkebunan seperti minyak sawit, karet, dan komoditi perkebunan lainnya," tutupnya.
Guna mempermudah pasokan bahan kebutuhan pokok di daerah perbatasan, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengusulkan kebijakan dispensasi impor di daerah perbatasan.
"Pemerintah bisa mempertimbangkan adanya dispensasi impor khusus bagi bahan makanan pokok yang diperlukan di wilayah perbatasan untuk dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat setempat," kata Wakil Ketua Umum Kadin, Natsir Mansyur di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Natsir menambahkan, importasi khusus bagi kawasan perbatasan akan memberikan tambahan pemasukan pajak bagi negara karena tetap akan diberlakukan tata niaga di bidang ekspor dan impor serta masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan dari pelaksanaan perdagangan.
Sebagai contoh, Natsir menyebut wilayah perbatasan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur akan sangat diuntungkan oleh adanya dispensasi importasi.
"Karena suplai dari Pontianak sering tidak tersedia dan harganya relatif mahal, kawasan perbatasan juga bisa melakukan ekspor hasil perkebunan seperti minyak sawit, karet, dan komoditi perkebunan lainnya," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :