Mendag diminta beri izin impor gula di perbatasan
Kamis, 08 November 2012 - 17:39 WIB
Mendag diminta beri izin impor gula di perbatasan
A
A
A
Sindonews.com - Dispensasi impor gula pasir yang sukses menghasilkan keuntungan di Kalimantan Barat mendorong Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) untuk meminta agar Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberikan dispensasi serupa di wilayah-wilayah perbatasan lainnya.
"BNPP meminta Menteri Perdagangan untuk membuka izin impor kebutuhan gula rakyat di perbatasan. Selain Kalbar, ada beberapa daerah lagi yang akan dibebaskan," ujar Deputi BNPP Agung Mulyana di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Agung menjelaskan, saat ini impor kebutuhan gula di perbatasan diberi akses melalui Pelabuhan Pontianak dan Gerbang Entikong. Gerbang Entikong diproyeksikan akan menjadi pusat pertumbuhan.
Dia juga menyampaikan, hingga Oktober 2012 ini, negara telah menerima pendapatan dari bea masuk dispensasi gula impor sebesar Rp11-12 miliar. Adapun jumlah penerimaan itu masih jauh di bawah target sebesar Rp28 miliar.
"Sampai sekarang penerimaan bea masuk Rp11-12 miliar. Total target kalau sudah masuk semua Rp28 miliar untuk lima kabupaten," jelasnya.
Lebih lanjut Agung memaparkan bahwa BNPP yang bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) tengah mengusahakan perizinan agar daerah-daerah perbatasan lain juga mendapatkan dispensasi impor gula.
"Izin ini sudah dilakukan oleh Kadin dan BNPP sedangkan Kemendag menandatangani," pungkasnya.
"BNPP meminta Menteri Perdagangan untuk membuka izin impor kebutuhan gula rakyat di perbatasan. Selain Kalbar, ada beberapa daerah lagi yang akan dibebaskan," ujar Deputi BNPP Agung Mulyana di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Agung menjelaskan, saat ini impor kebutuhan gula di perbatasan diberi akses melalui Pelabuhan Pontianak dan Gerbang Entikong. Gerbang Entikong diproyeksikan akan menjadi pusat pertumbuhan.
Dia juga menyampaikan, hingga Oktober 2012 ini, negara telah menerima pendapatan dari bea masuk dispensasi gula impor sebesar Rp11-12 miliar. Adapun jumlah penerimaan itu masih jauh di bawah target sebesar Rp28 miliar.
"Sampai sekarang penerimaan bea masuk Rp11-12 miliar. Total target kalau sudah masuk semua Rp28 miliar untuk lima kabupaten," jelasnya.
Lebih lanjut Agung memaparkan bahwa BNPP yang bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) tengah mengusahakan perizinan agar daerah-daerah perbatasan lain juga mendapatkan dispensasi impor gula.
"Izin ini sudah dilakukan oleh Kadin dan BNPP sedangkan Kemendag menandatangani," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :