REI DIY siap bangun rusunami
Selasa, 13 November 2012 - 18:48 WIB
REI DIY siap bangun rusunami
A
A
A
Sindonews.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI) DIY, akan mengembangkan rumah susun sederhana (rusun) murah bagi warga tidak mampu. Ini menyusul mahalnya harga tanah di DIY dan tingginya alih fungsi lahan pertanian ke pemukiman.
“Inovasi ini harus dilakukan mengingat harga tanah yang kian mahal,” jelas Sekjen REI DIY, Nur Andi wijayanto pada acara pembukaan Rakerda di Hotel Grand Aston Yogyakarta, Selasa (13/11/2012).
Andi yang juga Ketua Panitia Rakerda berharap, pemerintah memberikan insentif agar investasi ini bisa berjalan sesuai rencana. Apalagi, harga tanah telah berdampak terhadap menurunnya daya beli dari maysarakat.
Insentif ini bisa berupa keringanan pajak, deregulasi ataupun pembebasan dari retribusi. Konsep rusun ini merupakan program dari REI sebagai program sosial karena selama ini REI identik dengan pembangunan rumah dan hunian untuk
tujuan komersial.
Rusun ini diarahkan bagi masyarakat miskin dengan penghasilan terbatas. “Mungkin ada tanah Sultan Ground atau Pakualam Ground agar harganya lebih murah,” tegasnya.
Selain konsep vertical housingg berupa rusun, REI juga ingin membangun rumah tipe kecil di daerah pinggiran. Ketua DPP REI Setyo Maharso meminta, REI DIY ikut mengawal pelaksanaan Undang-Undang Keistimewaan (UKK). Regulasi ini, menurutnya, terkait sektor pembangunan properti karena menyangkut tata ruang, sosial dan budaya.
“UUK patut dikawal, banyak Perda yang akan lahir dari UU ini,” ungkapnya.
“Inovasi ini harus dilakukan mengingat harga tanah yang kian mahal,” jelas Sekjen REI DIY, Nur Andi wijayanto pada acara pembukaan Rakerda di Hotel Grand Aston Yogyakarta, Selasa (13/11/2012).
Andi yang juga Ketua Panitia Rakerda berharap, pemerintah memberikan insentif agar investasi ini bisa berjalan sesuai rencana. Apalagi, harga tanah telah berdampak terhadap menurunnya daya beli dari maysarakat.
Insentif ini bisa berupa keringanan pajak, deregulasi ataupun pembebasan dari retribusi. Konsep rusun ini merupakan program dari REI sebagai program sosial karena selama ini REI identik dengan pembangunan rumah dan hunian untuk
tujuan komersial.
Rusun ini diarahkan bagi masyarakat miskin dengan penghasilan terbatas. “Mungkin ada tanah Sultan Ground atau Pakualam Ground agar harganya lebih murah,” tegasnya.
Selain konsep vertical housingg berupa rusun, REI juga ingin membangun rumah tipe kecil di daerah pinggiran. Ketua DPP REI Setyo Maharso meminta, REI DIY ikut mengawal pelaksanaan Undang-Undang Keistimewaan (UKK). Regulasi ini, menurutnya, terkait sektor pembangunan properti karena menyangkut tata ruang, sosial dan budaya.
“UUK patut dikawal, banyak Perda yang akan lahir dari UU ini,” ungkapnya.
(rna)
Lihat Juga :