Kresna Graha bidik penanganan IPO Rp3 T
Jum'at, 16 November 2012 - 09:59 WIB
Kresna Graha bidik penanganan IPO Rp3 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Kresna Graha Sekurindo Tbk (KREN) menargetkan menjadi penjamin emisi pada lima hingga enam perusahaan untuk menggelar penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada tahun depan.
Diperkirakan nilai emisi tersebut mencapai Rp2–3 triliun. Direktur Utama KREN Michael Steven mengatakan, sebagian besar dari perusahaan tersebut telah memberikan kepastian menggunakan jasa perseroan dalam penawaran umum saham perdananya.
”Nilai emisinya bervariasi. Paling tinggi Rp1 triliun. Secara total, nilai emisinya sekitar Rp2–3 triliun,” ujarnya saat dihubungi, kemarin.
Dia menjelaskan,beberapa perusahaan tersebut sebenarnya hendak melepas saham perdananya pada akhir tahun ini. Namun karena situasi pasar yang kurang menentu, akhirnya diundur hingga kuartal I/2013.
Awal tahun depan diperkirakan lebih baik karena China menunjukkan perbaikan. Menurutnya, perusahaan yang berencana IPO di antaranya bergerak pada sektor automotif, properti, farmasi serta minyak dan gas.
Perseroan mengaku tidak menggandeng perusahaan sekuritas lainnya sebagai penjamin emisi dalam pelaksanaan IPO perusahaan-perusahaan tersebut. Tahun ini, lanjut Michael, perseroan telah membantu penawaran saham perdana PT Supra Boga Lestari Tbk yang melepas 20 persen kepada publik dari 1,56 miliar saham yang akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
KREN membukukan kenaikan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 17,45 persen menjadi Rp15,25 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp12,98 miliar. Pendapatan usaha perseroan naik 20,90 persen menjadi Rp90,02 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp74,46 miliar.
Perseroan mencatatkan kenaikan keuntungan portofolio efek yang terealisasi menjadi Rp51,76 miliar hingga kuartal III/2012 dari periode sama sebelumnya Rp32,77 miliar. Pendapatan dari transaksi pendapatan tetap perseroan naik menjadi Rp2,81 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp1,03 miliar.
Pendapatan lain-lain perseroan naik menjadi Rp8,14 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp6,57 miliar. Sebelumnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito mengatakan, BEI menargetkan tambahan 30 emiten baru di tahun 2013.
Target itu menunjukkan optimisme BEI di tahun 2013. Sebab, dalam tiga tahun belakangan ini BEI hanya menargetkan tambahan 25 emiten baru tiap tahunnya.
Peningkatan target jumlah emiten baru ini karena diproyeksikan semangat perusahaan yang ingin mencari pendanaan tambahan di pasar modal juga meningkat seiring dengan positifnya asumsi ekonomi Indonesia dan stabilnya pasar modal.
Diperkirakan nilai emisi tersebut mencapai Rp2–3 triliun. Direktur Utama KREN Michael Steven mengatakan, sebagian besar dari perusahaan tersebut telah memberikan kepastian menggunakan jasa perseroan dalam penawaran umum saham perdananya.
”Nilai emisinya bervariasi. Paling tinggi Rp1 triliun. Secara total, nilai emisinya sekitar Rp2–3 triliun,” ujarnya saat dihubungi, kemarin.
Dia menjelaskan,beberapa perusahaan tersebut sebenarnya hendak melepas saham perdananya pada akhir tahun ini. Namun karena situasi pasar yang kurang menentu, akhirnya diundur hingga kuartal I/2013.
Awal tahun depan diperkirakan lebih baik karena China menunjukkan perbaikan. Menurutnya, perusahaan yang berencana IPO di antaranya bergerak pada sektor automotif, properti, farmasi serta minyak dan gas.
Perseroan mengaku tidak menggandeng perusahaan sekuritas lainnya sebagai penjamin emisi dalam pelaksanaan IPO perusahaan-perusahaan tersebut. Tahun ini, lanjut Michael, perseroan telah membantu penawaran saham perdana PT Supra Boga Lestari Tbk yang melepas 20 persen kepada publik dari 1,56 miliar saham yang akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
KREN membukukan kenaikan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 17,45 persen menjadi Rp15,25 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp12,98 miliar. Pendapatan usaha perseroan naik 20,90 persen menjadi Rp90,02 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp74,46 miliar.
Perseroan mencatatkan kenaikan keuntungan portofolio efek yang terealisasi menjadi Rp51,76 miliar hingga kuartal III/2012 dari periode sama sebelumnya Rp32,77 miliar. Pendapatan dari transaksi pendapatan tetap perseroan naik menjadi Rp2,81 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp1,03 miliar.
Pendapatan lain-lain perseroan naik menjadi Rp8,14 miliar hingga September 2012 dari periode sama sebelumnya Rp6,57 miliar. Sebelumnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito mengatakan, BEI menargetkan tambahan 30 emiten baru di tahun 2013.
Target itu menunjukkan optimisme BEI di tahun 2013. Sebab, dalam tiga tahun belakangan ini BEI hanya menargetkan tambahan 25 emiten baru tiap tahunnya.
Peningkatan target jumlah emiten baru ini karena diproyeksikan semangat perusahaan yang ingin mencari pendanaan tambahan di pasar modal juga meningkat seiring dengan positifnya asumsi ekonomi Indonesia dan stabilnya pasar modal.
(rna)
Lihat Juga :