Harga daging sapi di DIY ikut naik
Senin, 19 November 2012 - 14:15 WIB
Harga daging sapi di DIY ikut naik
A
A
A
Sindonews.com – Harga daging sapi di pasar tradisional di Yogyakarta ikut mengalami kenaikan. Harga daging di pasar saat ini, berkisar antara Rp80-90 ribu, naik sekitar 2,5-3 persen dari harga sebelumnya.
Melihat kondisi kenaikan harga daging ini, pemerintah harus turun tangan karena kenaikan ini sudah berimbas sampai ke daerah. Kenaikan ini mulai terjadi pada pekan kedua bulan November 2012. Setiap hari, harga mengalami peningkatan dan itu terjadi di lima kabupaten/kota di DIY.
Kenaikan sendiri masih dibawah 5 persen, dan dianggap masih normal. Namun melihat fenomena kenaikan di akhir tahun yang telah berimbas ke daerah, maka patut diwaspadai.
“Kenaikan ini harus diwaspadai karena ada peternak yang menjual ke luar DIY,” jelas Staf Seksi Pengadaan dan Penyaluran Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) DIY, Sugiyono di Yogyakarta, Senin (19/11/2012).
Menurutnya, kenaikan ini sebenarnya akibat dari mekanisme harga daging di pasar nasional. Kondisi ini berdampak terhadap permintaan di daerah. Sebenarnya, DIY tidak masalah dengan ketersedian daging sapi karena telah berswasembada. Namun, banyak yang mencari untung dengan menjualnya ke luar kota.
Untuk mengerem laju harga ini, dinas terkait diminta melakukan pantauan ketersediaan pasokan dan stok sapi di peternak. Sedangkan di pasar tradisional, cenderung hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. “Tingkat petani dan peternak juga harus dicek,” tutur Sugiyono.
Melihat kondisi kenaikan harga daging ini, pemerintah harus turun tangan karena kenaikan ini sudah berimbas sampai ke daerah. Kenaikan ini mulai terjadi pada pekan kedua bulan November 2012. Setiap hari, harga mengalami peningkatan dan itu terjadi di lima kabupaten/kota di DIY.
Kenaikan sendiri masih dibawah 5 persen, dan dianggap masih normal. Namun melihat fenomena kenaikan di akhir tahun yang telah berimbas ke daerah, maka patut diwaspadai.
“Kenaikan ini harus diwaspadai karena ada peternak yang menjual ke luar DIY,” jelas Staf Seksi Pengadaan dan Penyaluran Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) DIY, Sugiyono di Yogyakarta, Senin (19/11/2012).
Menurutnya, kenaikan ini sebenarnya akibat dari mekanisme harga daging di pasar nasional. Kondisi ini berdampak terhadap permintaan di daerah. Sebenarnya, DIY tidak masalah dengan ketersedian daging sapi karena telah berswasembada. Namun, banyak yang mencari untung dengan menjualnya ke luar kota.
Untuk mengerem laju harga ini, dinas terkait diminta melakukan pantauan ketersediaan pasokan dan stok sapi di peternak. Sedangkan di pasar tradisional, cenderung hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. “Tingkat petani dan peternak juga harus dicek,” tutur Sugiyono.
(rna)
Lihat Juga :