Kredit Bank Bukopin tumbuh signifikan
Senin, 19 November 2012 - 14:52 WIB
Kredit Bank Bukopin tumbuh signifikan
A
A
A
Sindonews.com - Bank Bukopin mencatat pertumbuhan kredit lebih dari 100 persen selama tahun 2012. Pertumbuhan tersebut ditopang tumbuhnya sektor pariwisata, fesyen, dan kuliner di kawasan Bandung Raya.
Kepala Cabang Bank Bukopin wilayah Bandung Afrizal Naim menjelaskan, tahun ini, bank-nya mencatat pertumbuhan kredit lebih dari 100 persen. Selama periode Januari-Oktober Bank Bukopin Bandung mencatat penyaluran kredit senilai Rp700 miliar. Tumbuh sekitar Rp400 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp300 miliar.
"Pertumbuhan tersebut didongkrak pembiayaan pada sektor pariwisata (perhotelan), fesyen, kuliner, serta transportasi pariwisata," kata Afrizal Naim di sela-sela peresmian outlet Bank Bukopin di Jalan Buahbatu, Kota Bandung, Senin (19/11/2012).
Menurut dia, sektor yang menerima pembiayaan tersebut, di antaranya pembangunan hotel, faktory outlet, rumah makan, dan lainnya. Sejumlah pembangunan hotel di Bandung tercatat mendapat pembiayaan dari bank ini.
Diakui dia, pertumbuhan sektor pariwisata Bandung berdampak pada pertumbuhan sektor jasa dan perdagangan. Bank Bukopin, lanjut dia, akan tetap menggarap sektor tersebut, mengingat potensi pariwisata Bandung yang diperkirakan akan terus tumbuh.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dari total penyaluran itu, sekitar 70 persen disalurkan kepada sektor usaha kecil dan menengah (UKM) dengan pinjaman sampai Rp25 miliar. Sisanya, diserap sektor mikro sekitar 20 persen, dan konsumer 10 persen.
Menurut Manager Bukopin Wilayah Jawa Barat Ahmad Rustandi, tingginya pembiayaan pada sektor UKM, juga didorong pembiayaan oleh lembaga pembiayaan Swamitra. Lembaga pembiayaan di bawah Bank Bukopin ini, selama periode Januari-Oktober 2012 telah menyalurkan kredit senilai Rp100 miliar.
"Dengan 14 kantor Swamitra yang telah berjalan di Bandung, kredit melalui Swamitra tumbuh menjadi Rp100 miliar," kata dia.
Pertumbuhan ini juga didorong oleh penyempurnaan pada sistem online, SDM, dan permodalan Swamitra di Bandung. Saat ini mereka telah terhubung secara online dengan Bank Bukopin.
"Melihat potensi dan pertumbuhan yang cukup signifikan itu, tahun depan kami berencana membangun sekitar 30 outlet Swamitra di Bandung. Sehingga jumlahnya menjadi sekitar 47 unit," beber dia.
Kembali menurut Afrizal Naim, walaupun pihaknya melakukan ekspansi kredit besar besaran, pihak terus berupaya menekan kredit macet (non performing loan) atau NPL. Saat ini, NPL Bukopin telah menjadi 1,94 persen. Angka ini cukup bagus karena di bawah 2 persen.
"Target kami NPL bisa menjadi 1,2 persen. Rendahnya NPL ini mampu mendongkrak pendapatan kami," pungkas dia.
Upaya yang dilakukan untuk mengurangi NPL yaitu melalui resturiksasi kredit macet. Terutama mereka yang mempunyai keinginan dan mau membayar. Pihaknya juga melakukan penarikan secara maksimal kepada debitur macet, dengan menarik langsung.
Kepala Cabang Bank Bukopin wilayah Bandung Afrizal Naim menjelaskan, tahun ini, bank-nya mencatat pertumbuhan kredit lebih dari 100 persen. Selama periode Januari-Oktober Bank Bukopin Bandung mencatat penyaluran kredit senilai Rp700 miliar. Tumbuh sekitar Rp400 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp300 miliar.
"Pertumbuhan tersebut didongkrak pembiayaan pada sektor pariwisata (perhotelan), fesyen, kuliner, serta transportasi pariwisata," kata Afrizal Naim di sela-sela peresmian outlet Bank Bukopin di Jalan Buahbatu, Kota Bandung, Senin (19/11/2012).
Menurut dia, sektor yang menerima pembiayaan tersebut, di antaranya pembangunan hotel, faktory outlet, rumah makan, dan lainnya. Sejumlah pembangunan hotel di Bandung tercatat mendapat pembiayaan dari bank ini.
Diakui dia, pertumbuhan sektor pariwisata Bandung berdampak pada pertumbuhan sektor jasa dan perdagangan. Bank Bukopin, lanjut dia, akan tetap menggarap sektor tersebut, mengingat potensi pariwisata Bandung yang diperkirakan akan terus tumbuh.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dari total penyaluran itu, sekitar 70 persen disalurkan kepada sektor usaha kecil dan menengah (UKM) dengan pinjaman sampai Rp25 miliar. Sisanya, diserap sektor mikro sekitar 20 persen, dan konsumer 10 persen.
Menurut Manager Bukopin Wilayah Jawa Barat Ahmad Rustandi, tingginya pembiayaan pada sektor UKM, juga didorong pembiayaan oleh lembaga pembiayaan Swamitra. Lembaga pembiayaan di bawah Bank Bukopin ini, selama periode Januari-Oktober 2012 telah menyalurkan kredit senilai Rp100 miliar.
"Dengan 14 kantor Swamitra yang telah berjalan di Bandung, kredit melalui Swamitra tumbuh menjadi Rp100 miliar," kata dia.
Pertumbuhan ini juga didorong oleh penyempurnaan pada sistem online, SDM, dan permodalan Swamitra di Bandung. Saat ini mereka telah terhubung secara online dengan Bank Bukopin.
"Melihat potensi dan pertumbuhan yang cukup signifikan itu, tahun depan kami berencana membangun sekitar 30 outlet Swamitra di Bandung. Sehingga jumlahnya menjadi sekitar 47 unit," beber dia.
Kembali menurut Afrizal Naim, walaupun pihaknya melakukan ekspansi kredit besar besaran, pihak terus berupaya menekan kredit macet (non performing loan) atau NPL. Saat ini, NPL Bukopin telah menjadi 1,94 persen. Angka ini cukup bagus karena di bawah 2 persen.
"Target kami NPL bisa menjadi 1,2 persen. Rendahnya NPL ini mampu mendongkrak pendapatan kami," pungkas dia.
Upaya yang dilakukan untuk mengurangi NPL yaitu melalui resturiksasi kredit macet. Terutama mereka yang mempunyai keinginan dan mau membayar. Pihaknya juga melakukan penarikan secara maksimal kepada debitur macet, dengan menarik langsung.
(gpr)
Lihat Juga :