Pemerintah didesak stabilkan harga daging sapi

Selasa, 20 November 2012 - 15:03 WIB
Pemerintah didesak stabilkan...
Pemerintah didesak stabilkan harga daging sapi
A A A
Sindonews.com – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY mendesak pemerintah segera bertindak untuk mengatasi harga daging sapi. Kenaikan harga ini rentan berdampak terhadap harga barang kebutuhan pokok.

Anggota TPID DIY, Fadhil Nugroho menengarai, mahalnya daging sapi akibat perilaku dan mekanisme pasar. Kenaikan harga yang mencolok akan berdampak terhadap komoditas lain. Sentimen seperti ini merupakan hal wajar karena mencari keseimbangan harga dengan sendirinya.

Selama ini, kenaikan harga komoditas kebutuhan pokok selalu menimbulkan dampak psikologis di masyarakat. Akibatya, komoditas lain akan ikut mengalami kenaikan. Untuk itulah pemerintah harus cepat mengambil tindakan agar dampaknya tidak meluas.

“Kebijakan ini yang bisa mengambil pusat karena gejolak harga terjadi di Jakarta,” tutur Fadhil di Yogyakarta, Selasa (20/11/2012).

Pengendalian harga menjadi salah satu cara paling efektif untuk meredam kenaikan harga. Salah satunya dengan meningkatkan kemampuan produksi di dalam negeri. Hanya saja proses ini butuh waktu yang lama dan cenderung membutuhkan waktu lama.

Solusi paling efektif adalah dengan membuka kembali kran import komoditas daging sapi. Dengan semakin banyak pasokan di pasar, secara otomatis akan berpengaruh terhadap harga. “Kalau barang melimpah, harga pasti akan turun,” tuturnya.

Pengamat Pertanian dan Peternakan DIY, Nanang Suwandi menengarai ada dua faktor yang menyebabkan kenaikan harga daging sapi di pasar, yakni dampak dari kebijakan pembatasan dan
pengetatan impor daging sapi dan dampak kenaikan harga sapi pada lebaran Idul Adha lalu.

“Karena harga bagus, petani maunya menjual dengan harga tinggi ini mengakibatkan harga bisa mahal,” jelas Nanang.

Menurutnya sebelum Lebaran Haji, harga sapi berkisar antara Rp5 juta sampai dengan Rp8 juta. Saat Lebaran, harga naik menjadi Rp9 juta hingga Rp12 juta. Akibatnya, banyak petani yang enggan menjual ternaknya dengan harga murah. “Kenaikan ini akan menggairahkan petani, tetapi harga juga ikut naik,” jelas mantan Kepala DInas Pertanian DIY ini.

Sebenarnya stok sapi di DIY cukup aman, sekitar 13-18 ribu ekor. Hanya saja, sapi ini kerap keluar daerah dan DIY juga mendapatkan limpahan dari luar daerah. “Untuk DIY, tidak ada masalah sebenarnya,” ujarnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Perlu Khawatir Bakal...
Tak Perlu Khawatir Bakal Langka, Berikut 5 Olahan Daging Sapi yang Bisa Disimpan Lama
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
Stok Daging Surplus,...
Stok Daging Surplus, Kementan: Mestinya Harga Tidak Naik
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
5 Ide Olahan Daging...
5 Ide Olahan Daging Sapi Kurban yang Mudah Dibuat di Rumah, Praktis dan Lezat
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
5 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
6 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
7 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
7 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved