AKRA akan bangun pelabuhan di Jawa Timur
Selasa, 20 November 2012 - 17:57 WIB
AKRA akan bangun pelabuhan di Jawa Timur
A
A
A
Sindonews.com - Guna membiayai rencana ekspansi perseroan melalui anak usahanya PT Usaha Era Pratama Nusantara Surabaya (UEPN), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) harus merogoh kocek hingga Rp675 miliar.
Direktur Commercial AKRA, Suresh Vembu mengatakan, ekspansi yang rencananya direalisasikan dalam bentuk pembangunan pelabuhan di Jawa Timur tersebut akan dibiayai dari dana hasil penerbitan obligasi.
"Sebanyak 45 persen dari obligasi digunakan untuk ekspansi pembangunan pelabuhan di Jawa Timur, yang berasal dari penerbitan obligasi perseroan," terang dia dalam paparan publik di Shangri La Hotel, jakarta, Selasa (20/11/2012).
Dana tersebut, lanjut dia, akan disalurkan dengan komposisi 35 persen pinjaman senilai Rp522 miliar dan 10 persen atau setara Rp150 miliar berupa penyertaan modal ke UEPN.
"Pinjaman tersebut memiliki bunga 4,5 persen per tahun dan dibayarkan secara triwulan dan 55 persen disalurkan untuk kebutuhan modal kerja perseroan, yaitu pembelian bahan baku," ujarnya.
Seperti diketahui, perseroan akan menerbitkan obligasi senilai Rp1,5 triliun dengan menawarkan kupon bunga sekitar 7,25-9,225 persen. Obligasi dengan tingkat bunga tetap ini terbagi dalam dua seri.
Obligasi seri A memiliki tingkat bunga 7,25-8,85 persen per tahun. Sedangkan, obligasi seri B memiliki tingkat bunga antara 8,25-9,25 persen per tahun. Adapun jangka waktu obligasi seri A selama lima tahun dan seri B mencapai tujuh tahun. Obligasi ini telah mendapatkan peringkat idAA- dari Pefindo.
Direktur Commercial AKRA, Suresh Vembu mengatakan, ekspansi yang rencananya direalisasikan dalam bentuk pembangunan pelabuhan di Jawa Timur tersebut akan dibiayai dari dana hasil penerbitan obligasi.
"Sebanyak 45 persen dari obligasi digunakan untuk ekspansi pembangunan pelabuhan di Jawa Timur, yang berasal dari penerbitan obligasi perseroan," terang dia dalam paparan publik di Shangri La Hotel, jakarta, Selasa (20/11/2012).
Dana tersebut, lanjut dia, akan disalurkan dengan komposisi 35 persen pinjaman senilai Rp522 miliar dan 10 persen atau setara Rp150 miliar berupa penyertaan modal ke UEPN.
"Pinjaman tersebut memiliki bunga 4,5 persen per tahun dan dibayarkan secara triwulan dan 55 persen disalurkan untuk kebutuhan modal kerja perseroan, yaitu pembelian bahan baku," ujarnya.
Seperti diketahui, perseroan akan menerbitkan obligasi senilai Rp1,5 triliun dengan menawarkan kupon bunga sekitar 7,25-9,225 persen. Obligasi dengan tingkat bunga tetap ini terbagi dalam dua seri.
Obligasi seri A memiliki tingkat bunga 7,25-8,85 persen per tahun. Sedangkan, obligasi seri B memiliki tingkat bunga antara 8,25-9,25 persen per tahun. Adapun jangka waktu obligasi seri A selama lima tahun dan seri B mencapai tujuh tahun. Obligasi ini telah mendapatkan peringkat idAA- dari Pefindo.
(rna)
Lihat Juga :