Pemerintah tuding UE suka mencurangi negara berkembang
Rabu, 21 November 2012 - 11:54 WIB
Pemerintah tuding UE suka mencurangi negara berkembang
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Indonesia menilai negara-negara maju di Uni Eropa (UE) sering membuat berbagai hambatan non tarif yang sebenarnya dilarang World Trade Organitation (WTO) untuk menghalangi masuknya barang-barang dari negara berkembang, termasuk Indonesia.
"Ini yang paling sering sekarang terjadi, bahkan dilakukan oleh negara-negara maju seperti Uni Eropa. Kita menganggap negara-negara maju baik-baik, tapi mereka sering bertindak tidak wajar untuk menghalangi masuknya barang-barang dari negara-negara berkembang," jelas Sekretaris Ditjen Perdagangan Luar Negeri Partogi dalam acara Workshop Jalur Prioritas di Wisma Antara, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Menurut Partogi, Indonesia selama ini terlalu baik dalam perdagangan internasional. Indonesia tidak membuat banyak hambatan non tarif untuk merintangi produk-produk impor. "Kita ini terlalu baik, terlalu polos," tukas dia.
Dalam kesempatan yang sama, Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas (APJB) menyampaikan bahwa bea masuk untuk barang-barang impor di Indonesia masih tergolong tidak tinggi dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Bahkan, Thailand dan Malaysia yang merupakan kompetitor kuat Indonesia di tingkat regional mematok bea masuk yang jauh lebih tinggi.
"Tingkatan bea masuk kita kalau dibanding negara-negara ASEAN, kita tengah-tengah. Malaysia dan Thailand justru lebih tinggi. Thailand misalnya 10,8. Kita cuma 4,8," tutur Ketua Umum APJB Gunadi Sindhuwinata.
"Ini yang paling sering sekarang terjadi, bahkan dilakukan oleh negara-negara maju seperti Uni Eropa. Kita menganggap negara-negara maju baik-baik, tapi mereka sering bertindak tidak wajar untuk menghalangi masuknya barang-barang dari negara-negara berkembang," jelas Sekretaris Ditjen Perdagangan Luar Negeri Partogi dalam acara Workshop Jalur Prioritas di Wisma Antara, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Menurut Partogi, Indonesia selama ini terlalu baik dalam perdagangan internasional. Indonesia tidak membuat banyak hambatan non tarif untuk merintangi produk-produk impor. "Kita ini terlalu baik, terlalu polos," tukas dia.
Dalam kesempatan yang sama, Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas (APJB) menyampaikan bahwa bea masuk untuk barang-barang impor di Indonesia masih tergolong tidak tinggi dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Bahkan, Thailand dan Malaysia yang merupakan kompetitor kuat Indonesia di tingkat regional mematok bea masuk yang jauh lebih tinggi.
"Tingkatan bea masuk kita kalau dibanding negara-negara ASEAN, kita tengah-tengah. Malaysia dan Thailand justru lebih tinggi. Thailand misalnya 10,8. Kita cuma 4,8," tutur Ketua Umum APJB Gunadi Sindhuwinata.
(gpr)
Lihat Juga :