IHSG masih berpeluang menguat tipis
Kamis, 22 November 2012 - 08:10 WIB
IHSG masih berpeluang menguat tipis
A
A
A
Sindonews.com - Perkembangan positif yang terjadi di Wall Street dan Timur Tengah ditengah absennya berita negatif soal fiscal cliff, membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatannya secara terbatas dalam perdagangan hari ini. Adapun IHSG diprediksi berada pada kisaran 4.300-4.335.
Menurut Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang selain itu terjadinya gencatan senjata di Timur Tengah serta didorong membaiknya beberapa data ekonomi seperti klaim tunjangan pengangguran mengindikasikan potensi pertumbuhan yang moderat
"Genjatan senjata dan klaim tunjangan pengangguran mingguan turun menjadi 410,000, meningkatnya Leading Economic Indicator bulan Oktober yang mengindikasikan potensi pertumbuhan ekspansi ekonomi yang moderat dalam waktu dekat ini," katanya di Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Edwin menambahkan, terjadinya pertumbuhan US Manufacturing bulan November tercepat selama lima bulan terakhir serta meningkatnya sentimen konsumen menjadi 82,7 di tengah perdagangan yang tipis dan volatile akhirnya Dow Jones ditutup menguat.
"Wall Street akan tutup Kamis ini menyambut Libur Thanksgiving dan Jumat hanya dibuka setengah hari menyambut Black Friday. Perdagangan Minggu depan diperkirakan lebih volatile karena ada beberapa data ekonomi penting yang akan direlease diantaranya data GDP AS estimasi ketiga untuk periode kuartal III-2012 diharapkan mampu memberikan sentimen positif bagi IHSG," jelas Edwin.
Menurut Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang selain itu terjadinya gencatan senjata di Timur Tengah serta didorong membaiknya beberapa data ekonomi seperti klaim tunjangan pengangguran mengindikasikan potensi pertumbuhan yang moderat
"Genjatan senjata dan klaim tunjangan pengangguran mingguan turun menjadi 410,000, meningkatnya Leading Economic Indicator bulan Oktober yang mengindikasikan potensi pertumbuhan ekspansi ekonomi yang moderat dalam waktu dekat ini," katanya di Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Edwin menambahkan, terjadinya pertumbuhan US Manufacturing bulan November tercepat selama lima bulan terakhir serta meningkatnya sentimen konsumen menjadi 82,7 di tengah perdagangan yang tipis dan volatile akhirnya Dow Jones ditutup menguat.
"Wall Street akan tutup Kamis ini menyambut Libur Thanksgiving dan Jumat hanya dibuka setengah hari menyambut Black Friday. Perdagangan Minggu depan diperkirakan lebih volatile karena ada beberapa data ekonomi penting yang akan direlease diantaranya data GDP AS estimasi ketiga untuk periode kuartal III-2012 diharapkan mampu memberikan sentimen positif bagi IHSG," jelas Edwin.
(gpr)
Lihat Juga :