Pasar obligasi Asia Timur positif

Kamis, 22 November 2012 - 11:25 WIB
Pasar obligasi Asia...
Pasar obligasi Asia Timur positif
A A A
Sindonews.com - Asian Development Bank (ADB) dalam laporan Asia Bond Monitor mencatat perkembangan yang baik pada pasar obligasi mata uang lokal Asia Timur, meski masih memiliki potensi ancaman dari Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Pasar obligasi mata uang lokal di kawasan ini berkembang mencapai USD6,2 triliun atau 3,5 persen lebih besar dibanding akhir Juni 2012 atau 11 persen lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Obligasi pemerintah terus mendominasi dengan nilai obligasi yang beredar sebesar USD4,1 triliun pada akhir September atau 3,1 persen lebih besar dibanding akhir Juni.

"Perkembangan pasar obligasi di kawasan ini berbeda dari segi tingkat pertumbuhan, penerbitan dan imbal hasil," ucap Kepala Kantor ADB untuk integrasi Ekonomi Regional Iwan Azis, di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (22/11/2012).

Menurutnya, ada sejumlah risiko pasar obligasi lokal. Amerika Serikat dapat jatuh karena hambatan fiskal dan kepemimpinan China yang baru harus berurusan dengan perlambatan pertumbuhan di negara ekonomi kedua terbesar dunia.

"Volatilitas arus modal masuk dan inflasi yang meningkat di kawasan tersebut juga menjadi ancaman yang potensial," ujarnya.

Efek samping volatilitas dari pasar obligasi yang sudah maju ke pasar obligasi lokal juga menjadi risiko besar. Ini menunjukan goncangan eksternal dan volatilitas juga semakin sering tertransmisikan antar pasar domestik dan antar pasar di seluruh Asia sejalan dengan semakin berkembang dan berpengaruhnya pasar ini.

"Hal ini berarti otoritas regulasi di Asia perlu memantau dan mengoordinasikan kebijakan pasar nasional maupun regional dan global," tambahnya.

Sementara itu imbal hasil obligasi menurun di sebagian besar negara pada kuartal ketiga tahun ini disebabkan inflasi yang moderat, kinerja ekonomi yang kuat, dan stabilnya permintaan investor.

"Dengan pengecualian China di mana kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi dan inflasi telah mendorong imbal hasil menjadi lebih tinggi," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Polytama Propindo Tawarkan...
Polytama Propindo Tawarkan Kupon Obligasi 12%
Yuk, Beli Nggak? Penawaran...
Yuk, Beli Nggak? Penawaran Sukuk Ritel SR013 Bank Mandiri Tutup Dua Hari Lagi Lho..
Pasar Obligasi Indonesia...
Pasar Obligasi Indonesia Masih Tawarkan Imbal Hasil yang Legit buat Asing
ORI 017 Investasi Risiko...
ORI 017 Investasi Risiko Kecil Paling Menguntungkan? Simak Riset Ini
Dengan Sejuta Rupiah,...
Dengan Sejuta Rupiah, Masyarakat Bisa Kail Cuan dari Surat Utang Pemerintah
Obligasi Korporasi Lebih...
Obligasi Korporasi Lebih Menggiurkan Dibanding Punya Pemerintah
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
29 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved