Pengusaha usul Jakarta impor daging sapi
Jum'at, 23 November 2012 - 14:19 WIB
Pengusaha usul Jakarta impor daging sapi
A
A
A
Sindonews.com - Para pengusaha daging sapi di wilayah DKI Jakarta yang tergabung dalam Komite Daging Sapi Jakarta Raya (KDS Jakarta) meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk membuka keran impor daging sapi untuk wilayah DKI Jakarta.
Pasalnya, stok daging lokal tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Jakarta.
"Kami berharap ada sekitar 50 ribu ton khusus untuk Jakarta saja karena semua tergantung suplai dari luar, baik lokal maupun impor. Jadi ketika daerah-daerah lain di Jateng dan Jatim tidak surplus, ya mereka tidak kirim ke sini. Saya sudah sampaikan itu ke Pak Jokowi," ujar Ketua KDS Jakarta Sarman Simanjorang di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Sarman menjelaskan, 75 persen kebutuhan daging sapi di Jakarta dipenuhi melalui impor. Adapun, 25 persen sisanya dari surpuls sapi di daerah-daerah sekitar Jakarta, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Untuk lokal di Jakarta tidak lebih dari 20-25 persen, sisanya impor karena Jakarta itu kan dapatnya sisa-sisa dari daerah lain," terang dia.
Bila kuota impor dikurangi dan daerah-daerah sekitar Jakarta tidak mengalami surplus, sambung Sarman, maka Jakarta dipastikan mengalami kelangkaan daging sapi. Kondisi inilah, yang terjadi saat ini. "Dinas peternakan Jatim sudah melarang sapi hidup keluar dari Jatim," lanjutnya.
Karena itu, menurut pria yang juga Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jakarta ini, Jakarta mau tidak mau harus melakukan impor daging sapi. "Sudah tidak ada jalan lain lagi, Jakarta harus impor. Intinya ketersediaan sangat terbatas," kata Sarman.
Pasalnya, stok daging lokal tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Jakarta.
"Kami berharap ada sekitar 50 ribu ton khusus untuk Jakarta saja karena semua tergantung suplai dari luar, baik lokal maupun impor. Jadi ketika daerah-daerah lain di Jateng dan Jatim tidak surplus, ya mereka tidak kirim ke sini. Saya sudah sampaikan itu ke Pak Jokowi," ujar Ketua KDS Jakarta Sarman Simanjorang di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Sarman menjelaskan, 75 persen kebutuhan daging sapi di Jakarta dipenuhi melalui impor. Adapun, 25 persen sisanya dari surpuls sapi di daerah-daerah sekitar Jakarta, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Untuk lokal di Jakarta tidak lebih dari 20-25 persen, sisanya impor karena Jakarta itu kan dapatnya sisa-sisa dari daerah lain," terang dia.
Bila kuota impor dikurangi dan daerah-daerah sekitar Jakarta tidak mengalami surplus, sambung Sarman, maka Jakarta dipastikan mengalami kelangkaan daging sapi. Kondisi inilah, yang terjadi saat ini. "Dinas peternakan Jatim sudah melarang sapi hidup keluar dari Jatim," lanjutnya.
Karena itu, menurut pria yang juga Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jakarta ini, Jakarta mau tidak mau harus melakukan impor daging sapi. "Sudah tidak ada jalan lain lagi, Jakarta harus impor. Intinya ketersediaan sangat terbatas," kata Sarman.
(rna)
Lihat Juga :