Pengusaha sapi bantah ada 'mafia sapi'
Jum'at, 23 November 2012 - 14:32 WIB
Pengusaha sapi bantah ada 'mafia sapi'
A
A
A
Sindonews.com - Komite Daging Sapi Jakarta Raya (KDS Jakarta) membantah tudingan pemerintah yang menyebut kelangkaan daging sapi di wilayah DKI Jakarta sebagai akibat penimbunan yang dilakukan oleh para pengusaha sapi.
"Mungkin ada, tapi itu intinya dimana? Kekurangan stok kita. Ya ada lah satu-dua yang coba-coba nimbun. Tapi kan kalau daging sapinya tersedia, nggak akan terjadi itu. Daging sapi kan bukan kayak beras yang bisa disimpan lama-lama," jelas Ketua KDS Jakarta, Sarman Simanjorang di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Sarman juga mempertanyakan klaim pemerintah bahwa produksi daging sapi lokal sudah mencukupi. Pihaknya menilai, pemerintah telah memanipulasi data stok daging sapi. "Benar nggak sih kita punya sapi sekian? Kalau kurang ya jangan malu-malu tambah," lanjutnya.
Lebih jauh, pria yang juga anggota Dewan Pengupahan Daerah Jakarta ini balik menuding pemerintah telah menghembuskan isu adanya penimbunan oleh pengusaha sapi untuk menutupi kegagalan pemerintah menjaga ketahanan pangan.
"Itu isu-isu yang tidak baik dari pemerintah. Kalau memang ada ya tunjukkan di pasar," pungkasnya.
"Mungkin ada, tapi itu intinya dimana? Kekurangan stok kita. Ya ada lah satu-dua yang coba-coba nimbun. Tapi kan kalau daging sapinya tersedia, nggak akan terjadi itu. Daging sapi kan bukan kayak beras yang bisa disimpan lama-lama," jelas Ketua KDS Jakarta, Sarman Simanjorang di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (23/11/2012).
Sarman juga mempertanyakan klaim pemerintah bahwa produksi daging sapi lokal sudah mencukupi. Pihaknya menilai, pemerintah telah memanipulasi data stok daging sapi. "Benar nggak sih kita punya sapi sekian? Kalau kurang ya jangan malu-malu tambah," lanjutnya.
Lebih jauh, pria yang juga anggota Dewan Pengupahan Daerah Jakarta ini balik menuding pemerintah telah menghembuskan isu adanya penimbunan oleh pengusaha sapi untuk menutupi kegagalan pemerintah menjaga ketahanan pangan.
"Itu isu-isu yang tidak baik dari pemerintah. Kalau memang ada ya tunjukkan di pasar," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :