Penyedia jasa kontruksi spesialis masih minim

Jum'at, 23 November 2012 - 17:50 WIB
Penyedia jasa kontruksi...
Penyedia jasa kontruksi spesialis masih minim
A A A
Sindonews.com - Perusahaan penyedia jasa kontruksi spesialis di Indonesia masih sangat minim. Padahal, pertumbuhan pembangunan insfrastruktur, gedung, dan kawasan perumahan membutuhkan ahli konstruksi dengan spesifikasi khusus.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menjelaskan, di Indonesia perusahaan yang bergerak pada sektor jasa kontruksi berjumlah sekitar 180.000 perusahaan. Namun, perusahaan jasa kontruksi yang menggarap spesifikasi khusus (kontruksi spesialis) masih minim. Misalnya jasa kontruksi khusus besi, cat, pipa air, dan lainnya.

“Perusahaan jasa kontruksi spesialis masih minim. Pemerintah berharap, banyaknya perusahaan kontruksi umum bisa beralih menjadi penyedia jasa kontruksi untuk spesifikasi tertentu,” kata Djoko Kirmanto usai menghadiri Rakernas Gabungan Pengusaha Konstruksi Seluruh Indonesia (Gapeksindo) di Grand Royal Panghegar, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Jumat (23/11/2012).

Apabila dibandingkan dengan China, perusahaan jasa kontruksi di Indonesia cukup besar. Di China, perusahaan yang begerak pada sektor tersebut sekitar 60.000 perusahaan. Padahal, proyek insfrastruktur di Negara tersebut cukup besar. Menurut dia, nyaris semua perusahaan jasa kontruksi di Indonesia mengaku sebagai general contractor.

Menurut Djoko, perusahaan jasa kontruksi dengan spesifikasi tertentu sangat dibutuhkan dan akan dicari dalam setiap proyek infrastruktur. Apalagi, proyek pembangunan insfrastruktur di Indonesia beberapa tahun kedepan, akan semakin banyak.

Apabila perusahaan jasa kontruksi nasional tidak bisa beralih dengan spesifikasi tertentu, pihaknya khawatir, perusahaan tersebut tidak bisa bersaing.

Diakui dia, para kontraktor enggan beralih pada spesialisasi usaha karena beranggapan hal tersebut akan mempersempit peluang dan pasar. “Pemerintah akan mendorong mereka untuk memberi gambaran rantai pasok konstruksi yang membutuhkan spesialisasi,” katanya.

Menurut Djoko, setiap perusahaan kontraktor umum yang besar membutuhkan tenaga-tenaga sub kontraktor yang memiliki spesialisasi.

Selain itu, perusahaan jasa kontruksi berskala besar juga masih sangat minim. Dari 180.000 perusahaan kontraktor di Indonesia, 87 persen di antaranya merupakan perusahaan jasa kontruksi kecil, 12 persen perusahaan menengah, sedangkan perusahaan besar baru 1 persen. Artinya, perusahaan jasa kontruksi berskala kecil bisa menjadi besar apabila menggarap spesifikasi khusus.

Sementara itu, Ketua Umum Gapeksindo Irwan Kartiwan pelaku jasa kontruksi masih kurang dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan terkait regulasi. Penguatan kapasitas jasa kontruksi kecil dan menengah saat ini menurut dia sudah mendesak terkait mulai masuknya perusahaan kontruksi asing ke Indonesia.

Pemerintah, lanjut dia, semestinya segera membuat regulasi seperti proyek padat karya tidak diberikan pada asing. “Harus ada regulasi yang mengatur masuknya perusahaan jasa kontruksi asing,” kata dia singkat.

Hal serupa juga dikemukakan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Konstruksi dan Properti Zulkarnain Arif. Menurut dia, pemerintah semestinya memperhatikan perusahaan jasa kontruksi kecil dan menengah terutama di daerah. “Semestinya, pengusaha kontruksi kecil bisa dilibatkan pada proyek pembangunan,” pungkas dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Duet Aswandi-Desiderius...
Duet Aswandi-Desiderius Viby Indrayana Pimpin ASPEKNAS
Dihantam Pandemi Covid-19,...
Dihantam Pandemi Covid-19, Pengusaha Konstruksi Ini Mampu Bertahan
Bisnis Konstruksi Terkendala...
Bisnis Konstruksi Terkendala Pandemi, Totalindo Tetap Bertahan
Mendorong Percepatan...
Mendorong Percepatan Regulasi dan Akses UMKM dalam Sektor Konstruksi
Penguatan Konstruksi...
Penguatan Konstruksi Industri dan Komersial Dorong Surabaya Jadi Pusat Bisnis Megapolitan
Sektor Jasa Konstruksi...
Sektor Jasa Konstruksi Kena Imbas Pelemahan Kurs Rupiah, Ini Tantangannya
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
6 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
7 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
9 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
11 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
12 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
13 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved