3 prioritas OJK dorong pasar modal
Sabtu, 24 November 2012 - 12:25 WIB
3 prioritas OJK dorong pasar modal
A
A
A
Sindonews.com - Bila dilihat baik dari segi nilai maupun jumlahnya, emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia agaknya masih belum bisa dugolongkan dalam kondisi yang optimal. Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menggodok kebijakan guna mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia.
"Ada tiga prioritas utama yang nantinya menjadi pipeline kebijakan OJK di pasar modal," ujar Dewan Komisioner OJK, Nurhaida saat ditemui wartawan di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (23/11/2012) malam.
Pertama, kata dia, adalah dengan melakukan pendalaman kapitalisasi pasar. "Capital market deepening (pendalaman kapitalisasi pasar). Itu kan meningkat peran pasar modal sebagai sumber pembiayaan, menyeimbangkan asat sekunder SUN dan pengawasan, mengembangkan pasar modal berbasis syariah, dan meningkatkan efisiensi dan kredibilitas sistem," sambung dia.
Kedua, adalah meningkatkan market intergrity (integritas pasar). Ini dilakukan agar dapat meningkatkan keamanan dana nasabah. "Salah satunya meningkatkan investor area, perlindungan dana pemodal, investor protector fund, serta meningkatkan kualitas pelaku industri," ujarnya.
Ketiga adalah peningkatan upaya penegakan hukum dan perlindungan konsumen yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pemeriksaan dan penyidikan.
"Terakhir adalah membangun kerjasama yang efektif dengan penegak hukum lain. Dengan adanya program ini, maka kita harap pasar modal kita bisa lebih dipercaya, sehingga makin banyak yang berminat, " simpul dia.
"Ada tiga prioritas utama yang nantinya menjadi pipeline kebijakan OJK di pasar modal," ujar Dewan Komisioner OJK, Nurhaida saat ditemui wartawan di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (23/11/2012) malam.
Pertama, kata dia, adalah dengan melakukan pendalaman kapitalisasi pasar. "Capital market deepening (pendalaman kapitalisasi pasar). Itu kan meningkat peran pasar modal sebagai sumber pembiayaan, menyeimbangkan asat sekunder SUN dan pengawasan, mengembangkan pasar modal berbasis syariah, dan meningkatkan efisiensi dan kredibilitas sistem," sambung dia.
Kedua, adalah meningkatkan market intergrity (integritas pasar). Ini dilakukan agar dapat meningkatkan keamanan dana nasabah. "Salah satunya meningkatkan investor area, perlindungan dana pemodal, investor protector fund, serta meningkatkan kualitas pelaku industri," ujarnya.
Ketiga adalah peningkatan upaya penegakan hukum dan perlindungan konsumen yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pemeriksaan dan penyidikan.
"Terakhir adalah membangun kerjasama yang efektif dengan penegak hukum lain. Dengan adanya program ini, maka kita harap pasar modal kita bisa lebih dipercaya, sehingga makin banyak yang berminat, " simpul dia.
(gpr)