OJK: Jangan harapkan pasar global
Sabtu, 24 November 2012 - 12:33 WIB
OJK: Jangan harapkan pasar global
A
A
A
Sindonews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang kondisi perekonomian global yang belum baik masih akan memberikan dampak pada Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) Indonesia juga berpotensi menimbulkan gejolak pada perekonomian indonesia.
Untuk itu, Ketua OJK, Muliaman D Hadad memandang, pelaku pasar nasional perlu sekiranya untuk berhati-hati dalam mengantisipasi meluasnya dampak hal tersebut hingga ke tanah air.
"Tentu saja kehati-hatian industri keuangan nasional harus dipertahankan, saat kita juga harus mengarungi 2013 nanti," ujar Muliaman dalam paparannya di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (23/11/2012) malam.
Dari pasar global sendiri, pasar nampaknya masih belum menunjukkan adanya perbaikan. Hal itu nampak dari kondisi yang tengah terjadi di zona Euro, di mana pemberian bailout pada Yunani masih menemukan jalan buntu.
Sementara, di Amerika Serikat (AS), terpilihnya Presiden Obama juga agaknya tidak memberi harapan baru pada pertumbuhan ekonomi indonesia. Pasalnya, AS sendiri masih dihantui jurang fiskal yang berpotensi menyeret AS pada masa resesi.
Dengan demikian, kekuatan dari dalam akan menjadi penopang utama guna menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa-masa mendatang.
"Oleh karena itu, pada 2013 kita tidak bisa berharap banyak (dari luar). Jadi, 2013 domestik demand dan investasi makin akan tetap dominan, malah akan sedikit meningkat," simpul dia.
Untuk itu, Ketua OJK, Muliaman D Hadad memandang, pelaku pasar nasional perlu sekiranya untuk berhati-hati dalam mengantisipasi meluasnya dampak hal tersebut hingga ke tanah air.
"Tentu saja kehati-hatian industri keuangan nasional harus dipertahankan, saat kita juga harus mengarungi 2013 nanti," ujar Muliaman dalam paparannya di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (23/11/2012) malam.
Dari pasar global sendiri, pasar nampaknya masih belum menunjukkan adanya perbaikan. Hal itu nampak dari kondisi yang tengah terjadi di zona Euro, di mana pemberian bailout pada Yunani masih menemukan jalan buntu.
Sementara, di Amerika Serikat (AS), terpilihnya Presiden Obama juga agaknya tidak memberi harapan baru pada pertumbuhan ekonomi indonesia. Pasalnya, AS sendiri masih dihantui jurang fiskal yang berpotensi menyeret AS pada masa resesi.
Dengan demikian, kekuatan dari dalam akan menjadi penopang utama guna menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa-masa mendatang.
"Oleh karena itu, pada 2013 kita tidak bisa berharap banyak (dari luar). Jadi, 2013 domestik demand dan investasi makin akan tetap dominan, malah akan sedikit meningkat," simpul dia.
(gpr)