IHSG diprediksi menguat
Senin, 26 November 2012 - 08:27 WIB
IHSG diprediksi menguat
A
A
A
Sindonews.com - Mengawali perdagangan perdana pekan ini, indeks harga saham gabungn (IHSG) diproyeksi memiliki potensi kembali melanjutkan pengutannya.
"Pada perdagangan Senin (26/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.315-4.330 dan resistance 4.356-4.366," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada dalam keterangan yang diterima Sindonews, Senin (26/11/2012).
IHSG tampak berpola spinning dan melewati middle bollinger bands. MACD bergerak flat cenderung naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba mendekati area overbought.
Dari sisi teknikal, IHSG masih terbuka ruang penguatan lebih lanjut, namun juga harus diwaspadai adanya potensi koreksi karena adanya kesamaan pola dengan pekan sebelumnya. Dimana setelah terbentuk spinning terdapat koreksi.
"IHSG pun diperkirakan bergerak variatif cenderung mencoba menguat, tentunya bila didukung dengan sentimen positif yang ada," simpul dia. Pada perdagangan sebelumnya terpantau, pergerakan anomali IHSG yang terlihat sejak awal perdagangan berubah jelang penutupan.
"Dari sisi sentimen, seharusnya cukup kuat untuk mendukung kenaikan, seperti yang kami harapkan sebelumnya. Akan tetapi, aksi profit taking pada beberapa saham membawa IHSG ke zona merah sepanjang hari karena memanfaatkan kenaikan IHSG di hari sebelumnya dan jelang penutupan barulah IHSG melompat ke zona hijau karena tertolong aksi nett buy asing lanjutan dan penguatan pada saham-saham konsumer serta keuangan," sambung Reza..
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.348,81 (level tertingginya) jelang akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.325,74 (level terendahnya) jelang akhir sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.348,81.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik yang dipicu adanya transaksi rights issue PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) senilai Rp 1,5 triliun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Dari pasar global, Bursa saham Asia melanjutkan kenaikan dipicu penguatan saham-saham pengembang China setelah Pemerintah berencana menyediakan subsidi tahunan kepada industri dengan nilai USD35-40 juta dan pernyataan MenKeu China bahwa government controlled funds seharusnya dapat digunakan untuk menginjeksi pasar saham saat pelemahan.
Di sisi lain, bursa saham Jepang ditutup libur. Bursa saham Eropa mengakhiri akhir pekan dengan penguatan seiring optimisme pemerintah AS dan kongres akan segera menyelesaikan dan mencapai kesepakatan akan fiscal cliff pasca libur Thanksgiving dan kenaikan beberapa data ekonomi, terutama dari Jerman.
Meskipun GDP Jerman tidak berubah dari sebelumnya namun, data-data lainnya menunjukkan peningkatan. Penjualan ritel Italia juga meningkat dari sebelumnya, meski masih di bawah perkiraan. Bursa saham AS yang hanya berlangsung 1 sesi meninggalkan jejak di zona hijau setelah memperingati Thanksgiving Day.
Dengan datangnya Black Friday yang dihabiskan untuk berbelanja satu hari penuh, masyarakat dan investor menikmati potongan harga yang cukup besar untuk barang peritel. Saham-saham yang bergerak di bidang ritel dan teknologi pun menguat karena harapan positif kenaikan penjualan.
"Pada perdagangan Senin (26/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.315-4.330 dan resistance 4.356-4.366," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada dalam keterangan yang diterima Sindonews, Senin (26/11/2012).
IHSG tampak berpola spinning dan melewati middle bollinger bands. MACD bergerak flat cenderung naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba mendekati area overbought.
Dari sisi teknikal, IHSG masih terbuka ruang penguatan lebih lanjut, namun juga harus diwaspadai adanya potensi koreksi karena adanya kesamaan pola dengan pekan sebelumnya. Dimana setelah terbentuk spinning terdapat koreksi.
"IHSG pun diperkirakan bergerak variatif cenderung mencoba menguat, tentunya bila didukung dengan sentimen positif yang ada," simpul dia. Pada perdagangan sebelumnya terpantau, pergerakan anomali IHSG yang terlihat sejak awal perdagangan berubah jelang penutupan.
"Dari sisi sentimen, seharusnya cukup kuat untuk mendukung kenaikan, seperti yang kami harapkan sebelumnya. Akan tetapi, aksi profit taking pada beberapa saham membawa IHSG ke zona merah sepanjang hari karena memanfaatkan kenaikan IHSG di hari sebelumnya dan jelang penutupan barulah IHSG melompat ke zona hijau karena tertolong aksi nett buy asing lanjutan dan penguatan pada saham-saham konsumer serta keuangan," sambung Reza..
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.348,81 (level tertingginya) jelang akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.325,74 (level terendahnya) jelang akhir sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.348,81.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik yang dipicu adanya transaksi rights issue PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) senilai Rp 1,5 triliun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Dari pasar global, Bursa saham Asia melanjutkan kenaikan dipicu penguatan saham-saham pengembang China setelah Pemerintah berencana menyediakan subsidi tahunan kepada industri dengan nilai USD35-40 juta dan pernyataan MenKeu China bahwa government controlled funds seharusnya dapat digunakan untuk menginjeksi pasar saham saat pelemahan.
Di sisi lain, bursa saham Jepang ditutup libur. Bursa saham Eropa mengakhiri akhir pekan dengan penguatan seiring optimisme pemerintah AS dan kongres akan segera menyelesaikan dan mencapai kesepakatan akan fiscal cliff pasca libur Thanksgiving dan kenaikan beberapa data ekonomi, terutama dari Jerman.
Meskipun GDP Jerman tidak berubah dari sebelumnya namun, data-data lainnya menunjukkan peningkatan. Penjualan ritel Italia juga meningkat dari sebelumnya, meski masih di bawah perkiraan. Bursa saham AS yang hanya berlangsung 1 sesi meninggalkan jejak di zona hijau setelah memperingati Thanksgiving Day.
Dengan datangnya Black Friday yang dihabiskan untuk berbelanja satu hari penuh, masyarakat dan investor menikmati potongan harga yang cukup besar untuk barang peritel. Saham-saham yang bergerak di bidang ritel dan teknologi pun menguat karena harapan positif kenaikan penjualan.
(rna)
Lihat Juga :