Mentan akui salah kalkulasi kebutuhan daging sapi
Senin, 26 November 2012 - 15:33 WIB
Mentan akui salah kalkulasi kebutuhan daging sapi
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pertanian Suswono mengatakan, kelangkaan daging sapi yang terjadi di beberapa daerah seperti DKI Jakarta dan sekitarnya terjadi akibat meningkatnya konsumsi daging per kapita yang tidak diperkirakan sebelumnya oleh Kementerian Pertanian.
"Data kosumsi daging sudah naik kan, dari 1,9 kg (kilogram) per kapita menjadi 2,2 kg per kapita. Itu yang akan kita gunakan dan nanti kita akan kalikan berapa populasi rakyat Indonesia," terang Suswono usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Demi mencegah terulangnya kembali kelangkaan daging sapi, Suswono berjanji akan melakukan perhitungan dengan lebih seksama. "Kita akan kalkulasi kembali daya dukung lokal berapa. Kita hitung dengan baik dan impor tinggal berapa," sambungnya.
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia Asnawi menilai ada indikasi permainan oleh importir yang menyebabkan harga daging di pasaran melonjak drastis. Menurut dia, hal itu terlihat dari tidak adanya gejolak yang signifikan yang menyebabkan kenaikan harga.
Daging impor saat ini, kata dia, lebih murah dibanding sapi lokal, transportasi dan distribusi pun lebih murah serta kurs dolar Australia tidak bergejolak. “Logikanya sapi impor tidak ada gonjang-ganjing. Ada indikasi permainan harga, motifnya agar impor di tambah karena sekarang mereka sudah teriak-teriak untuk menambah kuota impor,” ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), kuota impor daging sapi tahun ini yang hanya sebesar 74.000 ton, turun dibanding tahun lalu yang mencapai 100.000 ton.
Kuota itu terbagi untuk dua kali pemasukan, yakni semester I sebesar 22.200 ton dan semester II sebanyak 13.800 ton. Karena harga mulai naik dan mulai terjadi kekurangan pasokan, pemerintah memajukan sisa kuota dari semester II sebesar 5.600 ton, sehingga sisa kuota semester II tinggal 8.200 ton.
"Data kosumsi daging sudah naik kan, dari 1,9 kg (kilogram) per kapita menjadi 2,2 kg per kapita. Itu yang akan kita gunakan dan nanti kita akan kalikan berapa populasi rakyat Indonesia," terang Suswono usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Demi mencegah terulangnya kembali kelangkaan daging sapi, Suswono berjanji akan melakukan perhitungan dengan lebih seksama. "Kita akan kalkulasi kembali daya dukung lokal berapa. Kita hitung dengan baik dan impor tinggal berapa," sambungnya.
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia Asnawi menilai ada indikasi permainan oleh importir yang menyebabkan harga daging di pasaran melonjak drastis. Menurut dia, hal itu terlihat dari tidak adanya gejolak yang signifikan yang menyebabkan kenaikan harga.
Daging impor saat ini, kata dia, lebih murah dibanding sapi lokal, transportasi dan distribusi pun lebih murah serta kurs dolar Australia tidak bergejolak. “Logikanya sapi impor tidak ada gonjang-ganjing. Ada indikasi permainan harga, motifnya agar impor di tambah karena sekarang mereka sudah teriak-teriak untuk menambah kuota impor,” ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), kuota impor daging sapi tahun ini yang hanya sebesar 74.000 ton, turun dibanding tahun lalu yang mencapai 100.000 ton.
Kuota itu terbagi untuk dua kali pemasukan, yakni semester I sebesar 22.200 ton dan semester II sebanyak 13.800 ton. Karena harga mulai naik dan mulai terjadi kekurangan pasokan, pemerintah memajukan sisa kuota dari semester II sebesar 5.600 ton, sehingga sisa kuota semester II tinggal 8.200 ton.
(rna)
Lihat Juga :