IHSG dibayangi sentimen negatif
Selasa, 27 November 2012 - 08:28 WIB
IHSG dibayangi sentimen negatif
A
A
A
Sindonews.com - Menyusul pencetakan rekor terbaru indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, Indonesia masih harus waspada menghalau sentimen dari pasar global. Pasalnya, bursa domestik masih akan dibayangi sentimen negatif dari luar.
"Pada perdagangan Selasa (27/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.348-4.366 dan resistance 4.385-4.391," ujar Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada dalam keterangan yang diterima Sindonews, Selasa (27/11/2012).
Berpola three white soldier dan mendekati upper bollinger bands, MACD mencoba naik
membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak naik dekati area overbought.
IHSG kembali memperbarui level tertinggi terbarunya di tengah rendahnya volume dan nilai transaksi.
"Seperti biasanya, kondisi ini pun juga perlu diwaspadai bila mulai muncul sinyal down reversal seteleh pencapaian level terbaru tersebut. Apalagi sentimen yang ada mulai bersifat spekulatif terkait pemberian bailout Yunani dalam pertemuan Uni Eropa," tegas dia.
Pada perdagangan sebelumnya, adanya berita positif dari diadakannya conference call sehari jelang pertemuan Euro Group untuk menemukan solusi bailout Yunani dan ekspektasi positif kenaikan penjualan ritel AS saat Thanksgiving Day mengantarkan IHSG menyentuh level tertinggi terbarunya meski bursa saham lainnya cenderung menguat terbatas dan bahkan beberapa diantaranya ada yang mulai melemah.
Sementara untuk aturan baru perbankan yang dirilis BI belum sepenuhnya direspon pelaku pasar karena masih dicermati pengaruhnya terhadap kinerja secara fundamental.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.377,52 (level tertingginya) jelang akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.350,38 (level terendahnya) jelang akhir sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.375,17.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pergerakan nilai tukar rupiah masih melanjutkan kenaikan setelah respon positif terhadap langkah BoJ yang mempertahankan stimulus dan ekspektasi positif pelaku pasar terhadap pencairan dana bailout, sehingga mencegah Yunani dari potensi gagal bayar.
Apalagi jelang pertemuan Euro Group pada Senin (26/11), muncul berbagai komentar dari Presiden Euro Group, Jean-Claude Juncker, dan Kanselir Jerman, Angela Merkel, MenKeu Jerman, Wolfgang Schauble, dan Presiden Perancis, Francois Hollande, yang mengisyaratkan akan adanya keputusan pencairan dana bailout untuk Yunani.
Di sisi lain, penguatan masih terbatas karena pelaku pasar juga mencermati dampak dari kebijakan austerity yang sebelumnya belum mencapai kesepakatan.
Bursa saham Asia mayoritas bertahan di zona positif meski ada beberapa yang mulai melemah. Pemicu penguatan, diantaranya rencana pemerintah Taiwan yang akan mendorong pasar saham dan adanya spekulasi BoJ akan segera memacu langkah pemberian stimulus.
Sementara untuk bursa saham China dan Hong Kong alami pelemahan jelang rilis data keuntungan industri dan pelemahan pada saham-saham minuman keras yang memiliki kapitalisasi pasar besar, setelah adanya penemuan zat terlarang.
Sampai dengan ulasan ini dibuat, pasar saham Eropa cenderung bergerak negatif karena pelaku pasar masih menantikan hasil pertemuan Uni Eropa terkait kapastian pemberian dana talangan kepada Yunani.
Di sisi lain, bursa saham AS pun diperkirakan akan bergerak variatif tergantung dari sentimen yang ada di Eropa. Bursa saham Asia esok pun berada di persimpangan dalam merespon pertemuan Uni Eropa tersebut.
Jika diasumsikan pertemuan berjalan mulus, maka bursa saham Asia, termasuk IHSG masih ada harapan untuk bertahan di zona hijau, begitu pun sebaliknya. "Jika tidak ada hasil, maka bersiaplah terhadap penurunan yang akan terjadi," simpul dia.
"Pada perdagangan Selasa (27/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.348-4.366 dan resistance 4.385-4.391," ujar Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada dalam keterangan yang diterima Sindonews, Selasa (27/11/2012).
Berpola three white soldier dan mendekati upper bollinger bands, MACD mencoba naik
membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak naik dekati area overbought.
IHSG kembali memperbarui level tertinggi terbarunya di tengah rendahnya volume dan nilai transaksi.
"Seperti biasanya, kondisi ini pun juga perlu diwaspadai bila mulai muncul sinyal down reversal seteleh pencapaian level terbaru tersebut. Apalagi sentimen yang ada mulai bersifat spekulatif terkait pemberian bailout Yunani dalam pertemuan Uni Eropa," tegas dia.
Pada perdagangan sebelumnya, adanya berita positif dari diadakannya conference call sehari jelang pertemuan Euro Group untuk menemukan solusi bailout Yunani dan ekspektasi positif kenaikan penjualan ritel AS saat Thanksgiving Day mengantarkan IHSG menyentuh level tertinggi terbarunya meski bursa saham lainnya cenderung menguat terbatas dan bahkan beberapa diantaranya ada yang mulai melemah.
Sementara untuk aturan baru perbankan yang dirilis BI belum sepenuhnya direspon pelaku pasar karena masih dicermati pengaruhnya terhadap kinerja secara fundamental.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.377,52 (level tertingginya) jelang akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.350,38 (level terendahnya) jelang akhir sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.375,17.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pergerakan nilai tukar rupiah masih melanjutkan kenaikan setelah respon positif terhadap langkah BoJ yang mempertahankan stimulus dan ekspektasi positif pelaku pasar terhadap pencairan dana bailout, sehingga mencegah Yunani dari potensi gagal bayar.
Apalagi jelang pertemuan Euro Group pada Senin (26/11), muncul berbagai komentar dari Presiden Euro Group, Jean-Claude Juncker, dan Kanselir Jerman, Angela Merkel, MenKeu Jerman, Wolfgang Schauble, dan Presiden Perancis, Francois Hollande, yang mengisyaratkan akan adanya keputusan pencairan dana bailout untuk Yunani.
Di sisi lain, penguatan masih terbatas karena pelaku pasar juga mencermati dampak dari kebijakan austerity yang sebelumnya belum mencapai kesepakatan.
Bursa saham Asia mayoritas bertahan di zona positif meski ada beberapa yang mulai melemah. Pemicu penguatan, diantaranya rencana pemerintah Taiwan yang akan mendorong pasar saham dan adanya spekulasi BoJ akan segera memacu langkah pemberian stimulus.
Sementara untuk bursa saham China dan Hong Kong alami pelemahan jelang rilis data keuntungan industri dan pelemahan pada saham-saham minuman keras yang memiliki kapitalisasi pasar besar, setelah adanya penemuan zat terlarang.
Sampai dengan ulasan ini dibuat, pasar saham Eropa cenderung bergerak negatif karena pelaku pasar masih menantikan hasil pertemuan Uni Eropa terkait kapastian pemberian dana talangan kepada Yunani.
Di sisi lain, bursa saham AS pun diperkirakan akan bergerak variatif tergantung dari sentimen yang ada di Eropa. Bursa saham Asia esok pun berada di persimpangan dalam merespon pertemuan Uni Eropa tersebut.
Jika diasumsikan pertemuan berjalan mulus, maka bursa saham Asia, termasuk IHSG masih ada harapan untuk bertahan di zona hijau, begitu pun sebaliknya. "Jika tidak ada hasil, maka bersiaplah terhadap penurunan yang akan terjadi," simpul dia.
(rna)
Lihat Juga :