Dahlan akui sulitnya pengadaan bibit sapi
Selasa, 27 November 2012 - 13:05 WIB
Dahlan akui sulitnya pengadaan bibit sapi
A
A
A
Sindonews.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengakui sulitnya pengadaan bibit-bibit sapi sehingga menghambat swasembada daging
"Setelah belajar satu semester soal pangan kita punya kesimpulan, bahwa hambatan utama untuk swasembada daging itu bukan makanan ternak yang mahal tetapi lebih ke bagaimana mengatasi bibit," ujar Dahlan, di Kantor Pusat PP, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Terkait dengan permasalahan sulitnya memperoleh bibit-bibit sapi, Dahlan mengaku akan berkoordinasi dengan fakultas-fakultas peternakan yang ada di Indonesia.
"Saya akan bicara dengan fakultas-fakultas peternakan untuk pengadaan bibit. Maunya BUMN menggemukan sapi sebanyak-banyaknya," tuturnya.
Dahlan menuturkan, untuk pemenuhan permintaan sapi, BUMN yang bergerak di bidang peternakan akan mendatangkan sapinya dari Lampung, Jawa Tengah (Jateng), dan Bali. "Di Lampung, Jateng, Bali kita belanja sampai ke desa-desa. Kalau bisa jangan semua impor," tutur mantan dirut PLN ini.
Menurut Dahlan, pelajaran termahal adalah ketika menemukan pakan yang murah ternyata dan ternyata tidak juga memenuhi target. "Target tahun ini 20 ribu itu akan tercapai, PTPN, RNI, Berdikari itu diharapkan bersatu," pungkasnya.
"Setelah belajar satu semester soal pangan kita punya kesimpulan, bahwa hambatan utama untuk swasembada daging itu bukan makanan ternak yang mahal tetapi lebih ke bagaimana mengatasi bibit," ujar Dahlan, di Kantor Pusat PP, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Terkait dengan permasalahan sulitnya memperoleh bibit-bibit sapi, Dahlan mengaku akan berkoordinasi dengan fakultas-fakultas peternakan yang ada di Indonesia.
"Saya akan bicara dengan fakultas-fakultas peternakan untuk pengadaan bibit. Maunya BUMN menggemukan sapi sebanyak-banyaknya," tuturnya.
Dahlan menuturkan, untuk pemenuhan permintaan sapi, BUMN yang bergerak di bidang peternakan akan mendatangkan sapinya dari Lampung, Jawa Tengah (Jateng), dan Bali. "Di Lampung, Jateng, Bali kita belanja sampai ke desa-desa. Kalau bisa jangan semua impor," tutur mantan dirut PLN ini.
Menurut Dahlan, pelajaran termahal adalah ketika menemukan pakan yang murah ternyata dan ternyata tidak juga memenuhi target. "Target tahun ini 20 ribu itu akan tercapai, PTPN, RNI, Berdikari itu diharapkan bersatu," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :