Pasar modal syariah RI kalah dengan Malaysia
Rabu, 28 November 2012 - 12:15 WIB
Pasar modal syariah RI kalah dengan Malaysia
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida mengatakan perkembangan pasar modal syariah di Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia.
Nurhaida berpandangan perlu upaya yang dilakukan bersama agar masyarakat dapat meyakini pasar modal syariah, yaitu dengan adanya data efek syariah. Dia mengakui, saat ini pasar modal syariah Indonesia pertumbuhannya belum menggembirakan. Selain itu sukuk dan corporate bond masih rendah.
"Ini yang menjadi perhatian khusus oleh OJK, pasar modal syariah kita akan lebih dikembangkan lagi oleh karena itu akan dibentuk direktorat khusus untuk mengkaji upaya di pasar modal syariah," ujarnya dalam acara Investor Summit 2012, di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Nurhaida menambahkan, bahwa secara khusus nantinya akan mencari cara sebagai upaya mengembangkan pasar modal syariah. Saat ini OJK sedang menganalisa secara khusus dan mengembangkan demi kemajuan pasar modal syariah.
"Kita melihat adanya potensi investasi ke syariah, dengan dibentuk direktorat khusus, diharapkan mampu untuk mengembangkan pasar modal syariah di Indonesia," ungkap Nurhaida.
Sebelumnya, OJK terus menyeriusi upaya pembentukan regulasi guna mendukung pertumbuhan lembaga-lembaga keuangan di tanah air, termasuk sektor ekonomi syariah.
"Industri keuangan syariah punya potensi yang besar, perkembangannya dari tahun ke tahun juga besar. Yang bisa dilakukan OJK, sebenarnya kan membangun sinergi, karena OJK mengawasi semuanya. Mengawasi perbankan, pasar modal, asuransi sariahnya," terang Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad beberapa waktu lalu.
Nurhaida berpandangan perlu upaya yang dilakukan bersama agar masyarakat dapat meyakini pasar modal syariah, yaitu dengan adanya data efek syariah. Dia mengakui, saat ini pasar modal syariah Indonesia pertumbuhannya belum menggembirakan. Selain itu sukuk dan corporate bond masih rendah.
"Ini yang menjadi perhatian khusus oleh OJK, pasar modal syariah kita akan lebih dikembangkan lagi oleh karena itu akan dibentuk direktorat khusus untuk mengkaji upaya di pasar modal syariah," ujarnya dalam acara Investor Summit 2012, di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Nurhaida menambahkan, bahwa secara khusus nantinya akan mencari cara sebagai upaya mengembangkan pasar modal syariah. Saat ini OJK sedang menganalisa secara khusus dan mengembangkan demi kemajuan pasar modal syariah.
"Kita melihat adanya potensi investasi ke syariah, dengan dibentuk direktorat khusus, diharapkan mampu untuk mengembangkan pasar modal syariah di Indonesia," ungkap Nurhaida.
Sebelumnya, OJK terus menyeriusi upaya pembentukan regulasi guna mendukung pertumbuhan lembaga-lembaga keuangan di tanah air, termasuk sektor ekonomi syariah.
"Industri keuangan syariah punya potensi yang besar, perkembangannya dari tahun ke tahun juga besar. Yang bisa dilakukan OJK, sebenarnya kan membangun sinergi, karena OJK mengawasi semuanya. Mengawasi perbankan, pasar modal, asuransi sariahnya," terang Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad beberapa waktu lalu.
(gpr)
Lihat Juga :