BRI: SBDK berdampak bank lebih transparan
Rabu, 28 November 2012 - 15:36 WIB
BRI: SBDK berdampak bank lebih transparan
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pencantuman Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) untuk sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) akan menjadikan perbankan lebih transparan.
"Sebenarnya kalau kita bicara publikasi SBDK sudah bukan hal baru. Dampaknya memang kecenderungan nasabah akan mendapatkan info yang lebih banyak," kata Direktur Keuangan BRI Ahmad Baiquni di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Dirinya menilai, hal tersebut akan menguntungkan nasabah. Pasalnya, lewat pencantuman tersebut nasabah bisa melihat secara langsung besaran bunga UMKM yang berlaku di BRI.
"Dengan adanya ini (pencantuman SBDK), BRI berharap menjadi peluang bagi kita, bunganya semakin kompetitif. Nasabah jadi tahu bunga kita paling rendah," sambung dia.
Sekadar informasi, Bank Indonesia (BI) membuat peraturan baru. Di tahun depan, perbankan di Indonesia wajib memberikan 20 persen dari total penyaluran kreditnya ke sektor UMKM.
Direktur Direktorat Kredit dan UMKM BI Pandu Jayanto menyebut, selama ini, ternyata selama ini, porsi penyaluran kredit perbankan di Indonesia masih cukup kecil, khususnya ke UMKM.
"Apalagi ternyata penyaluran kredit ke UMKM hanya terpusat di beberapa bank saja, Kita ingginya semua terlibat dalam mendorong sektor-sektor UMKM," ujar Pandu.
"Sebenarnya kalau kita bicara publikasi SBDK sudah bukan hal baru. Dampaknya memang kecenderungan nasabah akan mendapatkan info yang lebih banyak," kata Direktur Keuangan BRI Ahmad Baiquni di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Dirinya menilai, hal tersebut akan menguntungkan nasabah. Pasalnya, lewat pencantuman tersebut nasabah bisa melihat secara langsung besaran bunga UMKM yang berlaku di BRI.
"Dengan adanya ini (pencantuman SBDK), BRI berharap menjadi peluang bagi kita, bunganya semakin kompetitif. Nasabah jadi tahu bunga kita paling rendah," sambung dia.
Sekadar informasi, Bank Indonesia (BI) membuat peraturan baru. Di tahun depan, perbankan di Indonesia wajib memberikan 20 persen dari total penyaluran kreditnya ke sektor UMKM.
Direktur Direktorat Kredit dan UMKM BI Pandu Jayanto menyebut, selama ini, ternyata selama ini, porsi penyaluran kredit perbankan di Indonesia masih cukup kecil, khususnya ke UMKM.
"Apalagi ternyata penyaluran kredit ke UMKM hanya terpusat di beberapa bank saja, Kita ingginya semua terlibat dalam mendorong sektor-sektor UMKM," ujar Pandu.
(gpr)
Lihat Juga :