UMKM jadi tumpuan bisnis BRI
Rabu, 28 November 2012 - 15:42 WIB
UMKM jadi tumpuan bisnis BRI
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyebutkan, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih menjadi tumpuan bisnis perseroan dan tidak terpengaruh dengan aturan minimum penyaluran kredit UMKM sebesar 20 persen.
"UMKM masih menjadi tumpuan bisnis perseroan. Ke depan, akan kita tingkatkan dengan penambahan kantor cabang, teras, KCP (kantor cabang pembantu), diharapkan bisa menjaring lebih banyak nasabah UMKM," terang Direktur Keuangan BRI Ahmad Baiquni di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Selain dengan membuka kantor-kantor cabang baru, BRI juga mengaku akan merekrut tenaga kerja yang khusus untuk melayani nasabah untuk kredit mikro. "Kami juga merekrut SDM khusus untuk melayani mikro," sambung dia.
Lebih lanjut Baiquni melihat, sektor UMKM masih sangat besar potensinya untuk dikembangkan. "Potensi UMKM di Indonesia kurang lebih masih 50 juta unit. Jumlah ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang 240 juta. Dari 50 juta itu, 45 juta usaha mikro. Sementara yang sudah punya akses ke bank itu baru 30 persen, sisanya itu unbank," jelasnya.
"Kalau kita bicara dalam kurun waktu lima tahun, saya rasa tidak mengalami hambatan, apalagi BRI punya keunggulan di bidang itu," lanjutnya.
Sekadar informasi, Bank Indonesia (BI) membuat peraturan baru. Di tahun depan, perbankan di Indonesia wajib memberikan 20 persen dari total penyaluran kreditnya ke sektor UMKM.
Direktur Direktorat Kredit dan UMKM BI Pandu Jayanto menyebut, selama ini, ternyata selama ini, porsi penyaluran kredit perbankan di Indonesia masih cukup kecil, khususnya ke UMKM.
"Apalagi ternyata penyaluran kredit ke UMKM hanya terpusat di beberapa bank saja, Kita ingginya semua terlibat dalam mendorong sektor-sektor UMKM," ujar Pandu.
"UMKM masih menjadi tumpuan bisnis perseroan. Ke depan, akan kita tingkatkan dengan penambahan kantor cabang, teras, KCP (kantor cabang pembantu), diharapkan bisa menjaring lebih banyak nasabah UMKM," terang Direktur Keuangan BRI Ahmad Baiquni di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Selain dengan membuka kantor-kantor cabang baru, BRI juga mengaku akan merekrut tenaga kerja yang khusus untuk melayani nasabah untuk kredit mikro. "Kami juga merekrut SDM khusus untuk melayani mikro," sambung dia.
Lebih lanjut Baiquni melihat, sektor UMKM masih sangat besar potensinya untuk dikembangkan. "Potensi UMKM di Indonesia kurang lebih masih 50 juta unit. Jumlah ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang 240 juta. Dari 50 juta itu, 45 juta usaha mikro. Sementara yang sudah punya akses ke bank itu baru 30 persen, sisanya itu unbank," jelasnya.
"Kalau kita bicara dalam kurun waktu lima tahun, saya rasa tidak mengalami hambatan, apalagi BRI punya keunggulan di bidang itu," lanjutnya.
Sekadar informasi, Bank Indonesia (BI) membuat peraturan baru. Di tahun depan, perbankan di Indonesia wajib memberikan 20 persen dari total penyaluran kreditnya ke sektor UMKM.
Direktur Direktorat Kredit dan UMKM BI Pandu Jayanto menyebut, selama ini, ternyata selama ini, porsi penyaluran kredit perbankan di Indonesia masih cukup kecil, khususnya ke UMKM.
"Apalagi ternyata penyaluran kredit ke UMKM hanya terpusat di beberapa bank saja, Kita ingginya semua terlibat dalam mendorong sektor-sektor UMKM," ujar Pandu.
(gpr)
Lihat Juga :