IHSG diprediksi lanjutkan pelemahan
Kamis, 29 November 2012 - 08:21 WIB
IHSG diprediksi lanjutkan pelemahan
A
A
A
sindonews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi kembali melanjutkan pelemahannya kendati mulai terbatas. Sentimen negatif dari pasar global masih akan membayangi gerak bursa domestik pada perdagangan hari ini.
"Pada perdagangan hari ini, diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.249-4.285 dan resistance 4.312-4.322," kata Kepala Riset Trust Securitas, Reza Priyambada, Kamis (29/11/2012).
IHSG, berpola hammer dan kembali menyentuh lower bollinger bands . MACD gagal membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memanjang.
RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak meninggalkan area overbought. IHSG kembali pada posisi harga di awal Oktober 2012 dan kebetulan membentuk gap atas.
Menurut Reza, dengan kondisi tersebut dan diikuti dengan kenaikan posisi beli asing menggambarkan asing yang memanfaatkan keadaan untuk mengambil harga di bawah dan seharusnya bisa diikuti dengan adanya aksi beli secara bertahap.
"Meski secara teknikal masih dimungkinkan akan melanjutkan pelemahan setelah batas support terlewati namun, diharapkan pelemahannya mulai terbatas," sambung dia.
Kekhawatiran berlebihan terhadap kemungkinan tidak tercapainya fiscal cliff dan dibarengi dengan ekspektasi penurunan pertumbuhan ekonomi versi OECD di tahun 2012 dari 3,4 persen menjadi 2,9 persen telah membuat pelaku pasar keluar pasar.
Apalagi dengan penurunan saham grup Astra yang dihubungkan dengan isu tidak jadinya pembangunan pabrik baru dan perkembangan komoditas yang belum terlihat pemulihannya telah merontokkan saham-saham grup Astra sehingga memberatkan IHSG.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.323,12 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.268,04 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.304,82.
Volume perdagangan tercatat turun dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Sampai dengan ulasan ini dibuat, pasar saham Eropa cenderung negatif seiring dengan penurunan penjualan ritel Spanyol dan respon negatif terhadap lambatnya Pemerintah AS dalam menyelesaikan fiscal cliff, sehingga menghapus sentimen positf dari kesepakatan pemberian bailoutnya Yunani.
Bursa saham AS diperkirakan masih akan variatif cenderung melemah dipicu belum adanya tanda-tanda kemajuan akan pembahasan fiscal cliff.
Pelemahan lanjutan masih dimungkinan kecuali data MBA mortgage application dan new home sales AS dirilis positif, sehingga (paling tidak) mengurangi tekanan jual.
"Bursa saham Asia pun masih akan bergerak variatif dalam merespon pergerakan bursa saham AS dan Eropa," ujar dia.
"Pada perdagangan hari ini, diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.249-4.285 dan resistance 4.312-4.322," kata Kepala Riset Trust Securitas, Reza Priyambada, Kamis (29/11/2012).
IHSG, berpola hammer dan kembali menyentuh lower bollinger bands . MACD gagal membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memanjang.
RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak meninggalkan area overbought. IHSG kembali pada posisi harga di awal Oktober 2012 dan kebetulan membentuk gap atas.
Menurut Reza, dengan kondisi tersebut dan diikuti dengan kenaikan posisi beli asing menggambarkan asing yang memanfaatkan keadaan untuk mengambil harga di bawah dan seharusnya bisa diikuti dengan adanya aksi beli secara bertahap.
"Meski secara teknikal masih dimungkinkan akan melanjutkan pelemahan setelah batas support terlewati namun, diharapkan pelemahannya mulai terbatas," sambung dia.
Kekhawatiran berlebihan terhadap kemungkinan tidak tercapainya fiscal cliff dan dibarengi dengan ekspektasi penurunan pertumbuhan ekonomi versi OECD di tahun 2012 dari 3,4 persen menjadi 2,9 persen telah membuat pelaku pasar keluar pasar.
Apalagi dengan penurunan saham grup Astra yang dihubungkan dengan isu tidak jadinya pembangunan pabrik baru dan perkembangan komoditas yang belum terlihat pemulihannya telah merontokkan saham-saham grup Astra sehingga memberatkan IHSG.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.323,12 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.268,04 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.304,82.
Volume perdagangan tercatat turun dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Sampai dengan ulasan ini dibuat, pasar saham Eropa cenderung negatif seiring dengan penurunan penjualan ritel Spanyol dan respon negatif terhadap lambatnya Pemerintah AS dalam menyelesaikan fiscal cliff, sehingga menghapus sentimen positf dari kesepakatan pemberian bailoutnya Yunani.
Bursa saham AS diperkirakan masih akan variatif cenderung melemah dipicu belum adanya tanda-tanda kemajuan akan pembahasan fiscal cliff.
Pelemahan lanjutan masih dimungkinan kecuali data MBA mortgage application dan new home sales AS dirilis positif, sehingga (paling tidak) mengurangi tekanan jual.
"Bursa saham Asia pun masih akan bergerak variatif dalam merespon pergerakan bursa saham AS dan Eropa," ujar dia.
(rna)
Lihat Juga :